JAKARTA – Carlos Alcaraz menutup kiprahnya di US Open 2026 dengan catatan penting setelah mampu melewati turnamen tanpa mengalami masalah baru pada pergelangan tangan.
Petenis Spanyol itu memang gagal mempertahankan gelar di New York setelah tersingkir pada perempat final oleh Ben Shelton.
Shelton harus berjuang keras dalam duel lima set yang berlangsung hingga sekitar pukul 03.30 waktu setempat.
Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 6-7 (5), 6-1, 6-3, 1-6, 7-6 (10-7) untuk kemenangan petenis Amerika Serikat itu.
Hasil tersebut menjadi bagian penting dari proses pemulihan Alcaraz setelah absen lebih dari empat bulan akibat cedera pergelangan tangan.
Sebelumnya, kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena tampil di turnamen Grand Slam bisa meningkatkan risiko cedera kembali.
Namun, Alcaraz mampu menjalani rangkaian pertandingan di Flushing Meadows tanpa dilaporkan mengalami kemunduran pada kondisi fisiknya.
Setelah pertandingan terakhirnya, Alcaraz justru menegaskan kepuasannya karena berhasil kembali bertanding dalam laga dengan intensitas tinggi.
“Saya meninggalkan lapangan dengan bahagia dan tersenyum, saya bangga dengan perjuangan saya,” kata Alcaraz dilansir Tennis365, Kamis (17/9/2026).
“Seperti yang saya katakan sebelum turnamen dimulai, harapan saya adalah datang, bersaing, memainkan pertandingan seperti ini dan tetap sehat,” ujarnya.
Alcaraz kemudian menyampaikan keinginannya segera kembali ke rumah untuk menjalani latihan dan mempersiapkan pertandingan berikutnya.
“Saya ingin segera pulang, berlatih dan bertanding, karena itulah yang selama ini kami rindukan, dan pulang dalam keadaan sehat adalah hal terpenting,” katanya.
Kabar mengenai kondisi tangan Alcaraz juga mendapat perhatian dari Rennae Stubbs, mantan petenis nomor satu dunia sektor ganda putri.
Stubbs mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertukar pesan dengan Alcaraz beberapa hari setelah pertandingan berat tersebut.
“Dia kehabisan tenaga, saya sempat berkirim pesan dengannya beberapa hari kemudian dan dia mengatakan lengannya benar-benar baik,” ujar Stubbs.
Menurut Stubbs, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi Alcaraz setelah menjalani pertandingan lima set pertamanya dalam kurun waktu sekitar empat bulan.
Stubbs juga menyoroti ekspresi Alcaraz setelah pertandingan karena sang petenis tetap tersenyum meski baru melewati pertarungan panjang hingga dini hari.
“Orang ini meninggalkan lapangan dengan senyuman, dia sangat bahagia hanya karena bisa sehat,” kata Stubbs.
“Dia menikmati setiap detik pertarungan luar biasa itu hingga pukul 03.30 pagi,” lanjutnya.
Stubbs bahkan memberikan pujian tinggi terhadap karakter Alcaraz sebagai salah satu sosok yang memberikan warna bagi olahraga tenis.
“Kalau Anda tidak menyukai Carlos Alcaraz, saya minta maaf, kita tidak bisa berteman, karena orang ini adalah yang terbaik,” ujarnya.
Setelah US Open, Alcaraz dijadwalkan tampil di Laver Cup sebelum melanjutkan agenda kompetisinya menuju Japan Open.
Jadwal tersebut akan menjadi bagian dari proses Alcaraz membangun kembali ritme pertandingan setelah periode panjang tanpa kompetisi.
Belum diketahui seberapa sering Alcaraz akan tampil hingga akhir musim 2026 karena kondisi fisik tetap menjadi pertimbangan penting.
Bagi Alcaraz, keberhasilan melewati US Open tanpa persoalan baru pada pergelangan tangan menjadi modal penting dalam perjalanan menuju performa terbaiknya.***