Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi memperpanjang masa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap 126 korban yang masih dinyatakan hilang dalam tragedi terbaliknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Operasi penyisiran gabungan ini dipastikan berlanjut hingga tujuh hari ke depan.
Keputusan krusial tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, dalam konferensi pers perkembangan hari ketujuh operasi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
“Hari ini memasuki hari ketujuh. Kami menyatakan bahwa operasi pencarian ini resmi kami perpanjang untuk tujuh hari ke depan,” tegas Laksma TNI Yudhi Bramantyo, Sabtu (19/9/2026).
Koordinasi Tim Salvage dan Rencana Pengangkatan Bangkai Kapal
Langkah perpanjangan masa tugas ini diambil usai Basarnas berkoordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk tim ahli salvage (pengangkatan bangkai kapal) yang ditunjuk langsung oleh pihak pemilik kapal.
Proses teknis salvage dinilai memerlukan kalkulasi matang mengingat kondisi geografis dan posisi kapal di dasar laut.
“Operasi salvage yang akan dilaksanakan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kami belum bisa memastikan estimasi tanggalnya, namun saat ini sedang difinalisasi oleh tim ahli dari pemilik kapal,” tambah Yudhi.
Basarnas memilih untuk menyelaraskan perpanjangan operasi SAR sembari menunggu hasil kajian teknis tim salvage, sehingga penyisiran titik-titik krusial dapat terus bergerak dinamis sesuai perkembangan lapangan. Pada pencarian hari ketujuh hingga Sabtu malam, tim gabungan melaporkan belum menemukan adanya penambahan korban baru.
Data Pemutakhiran Korban Tragedi KM Virgo Transport 8
Berdasarkan data pemutakhiran Basarnas hingga Sabtu (19/9/2026) pukul 21.00 WITA, dari total 243 penumpang dan kru yang terdaftar dalam manifes kapal, berikut adalah rincian penanganannya:
-
Selamat: 108 orang
-
Meninggal Dunia: 9 orang (jenazah telah diidentifikasi)
-
Masih Dalam Pencarian (Hilang): 126 orang
Petaka maritim ini bermula saat KMP Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal berukuran besar tersebut diterjang cuaca ekstrem di perairan Laut Jawa hingga akhirnya hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA.
Di hari yang sama, tim penyisiran menemukan kapal dalam posisi sudah terbalik di kawasan perairan terpencil Masalembo. Operasi SAR gabungan kini memfokuskan radius pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan memprediksi arah arus laut.