Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap selebgram Julia Prastini alias Jule di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan. Penangkapan ini berawal dari temuan cartridge vape yang mengandung zat etomidate—sebuah bahan kimia medis berdaya bius tinggi yang kini marak disalahgunakan.
Kasat Resnarkoba Polresta Bandara Soetta, AKP Michael Tandayu, mengonfirmasi bahwa penyergapan terhadap Jule merupakan hasil pengembangan operasi atas penangkapan dua wanita kurir sebelumnya. Dari jejak transaksi digital dan pengakuan kurir, terkuak adanya aliran pesanan khusus yang mengarah kepada sang selebgram.
“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan jaringan di lapangan. Dari interogasi terhadap dua pelaku awal, kami menemukan bukti pemesanan paket yang ditujukan kepada yang bersangkutan,” ujar Michael.
Mengenal Etomidate: Obat Bius Bedah Darurat yang Beralih Fungsi
Penyalahgunaan etomidate dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape) menjadi ancaman baru dalam peredaran gelap narkotika. Secara medis, etomidate merupakan obat anestesi intravena beraksi cepat (short-acting) yang lazim digunakan tim dokter untuk membius total pasien secara cepat sebelum tindakan operasi darurat.
Di Indonesia, pemerintah melalui BNN telah mengategorikan etomidate ke dalam Narkotika Golongan II menyusul maraknya penggerebekan ribuan cartridge vape impor ilegal. Ketatnya pengawasan obat ini juga diterapkan di Singapura, yang mengategorikan penyalahgunaan vape berisi obat keras setara dengan kejahatan narkotika berat.
Mencekamnya Efek dan Bahaya Vape Etomidate bagi Tubuh
Meski di dunia medis etomidate diandalkan karena tidak memicu penurunan tekanan darah secara drastis, penggunaan zat bius ini tanpa pengawasan dokter—apalagi dihirup langsung ke paru-paru melalui uap vape—sangat mematikan.
Berikut adalah ancaman bahaya utama dari paparan vape etomidate:
-
Efek Hipnotik dan Pingsan Mendadak: Pengguna dapat langsung kehilangan kesadaran (blackout) hanya dalam hitungan detik setelah mengisap uapnya.
-
Gangguan Hormonal Ekstrem: Zat ini menekan produksi hormon kortisol secara agresif, yang berisiko memicu krisis adrenal fatal.
-
Potensi Ketergantungan Senyap: Efek sedatif dan penenang yang kuat menimbulkan kecanduan fisik dan psikologis bagi penggunanya.
-
Kerusakan Organ Vital: Penggunaan jangka panjang secara tidak terukur dapat merusak organ-organ vital, terutama ginjal dan hati, akibat menumpuknya toksin metabolisme obat.