JAKARTA – Kekalahan Real Madrid dari Atletico Madrid 1-2 di Metropolitano menyisakan persoalan besar bagi Jose Mourinho, terutama terkait sejumlah keputusan wasit.
Pelatih Real Madrid itu menilai ada dua insiden pada babak pertama yang semestinya berujung kartu merah untuk pemain Atletico Madrid.
Kontroversi pertama terjadi ketika Cristian Romero melakukan pelanggaran terhadap Jude Bellingham, tetapi hanya menerima kartu kuning setelah tinjauan VAR.
Insiden kedua melibatkan Lee Kang-in yang melakukan tekel keras terhadap Federico Valverde, namun tidak mendapat kartu dari wasit Miguel Angel Ortiz Arias.
Mourinho membawa dua gambar insiden tersebut dalam konferensi pers seusai pertandingan sebagai dasar kritiknya terhadap keputusan pengadil lapangan.
“Kami dapat melewatkan konferensi pers karena kisah pertandingan ada di sini. Itu adalah dua kartu merah yang jelas,” kata Mourinho.
Ia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan kondisi pertandingan setelah Real Madrid kehilangan satu pemain pada awal babak kedua.
“Kesulitan yang kami hadapi saat bermain sebelas lawan sepuluh membuat kami bisa membayangkan bagaimana jika selama lima puluh menit bermain sebelas lawan sembilan.”
Mourinho juga mempertanyakan proses penunjukan wasit karena nama Ortiz Arias, menurutnya, sudah diketahui jauh sebelum pertandingan berlangsung.
“Yang seharusnya bergembira, tentu saja di luar pendukung Atletico karena mereka mendapat poin, adalah panitia penunjukan wasit,” ujarnya.
Pelatih asal Portugal itu turut menyoroti pengalaman Ortiz Arias yang memimpin pertandingan derby tersebut.
“Ia adalah wasit berusia 41 tahun yang bahkan bukan wasit internasional. Orang malang itu datang ke sini dan tidak bisa menahan tekanan,” katanya.
Sorotan Mourinho juga mengarah kepada Trujillo yang bertugas sebagai VAR dalam pertandingan sengit tersebut.
“Jika wasit yang malang itu tidak berpengalaman, maka pria ini tidak memiliki tekanan apa pun karena di Las Rozas tidak ada tekanan,” ujar Mourinho.
Di sisi lain, Real Madrid memang harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Dean Huijsen menerima kartu merah pada awal babak kedua.
Huijsen awalnya mendapat kartu kuning setelah menarik Giuliano Simeone di area penalti, tetapi keputusan itu berubah menjadi kartu merah setelah wasit meninjau tayangan VAR.
“Saya belum melihatnya secara detail. Jika pelanggaran dimulai di luar kotak penalti, itu adalah pelanggaran, kartu merah, dan 0-0,” ucapnya.
Keputusan tersebut sekaligus menghasilkan penalti yang kemudian dieksekusi Alejandro Grimaldo untuk membawa Atletico Madrid unggul 1-0.
Atletico menggandakan keunggulan pada menit ke-59 melalui Jonathan David setelah memanfaatkan umpan Giuliano Simeone.
Real Madrid baru mampu memperkecil jarak pada menit ke-89 melalui sundulan Antonio Rudiger, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Los Blancos dari kekalahan.
Mourinho menilai timnya tetap menunjukkan karakter kuat, terutama ketika pertandingan masih berjalan sebelas melawan sebelas.
“Saya sangat menyukai babak pertama, dan para pemain memberikan segalanya untuk berkompetisi,” katanya.
Ia menegaskan tidak ingin menjadikan para pemain sebagai pihak yang bertanggung jawab atas hasil negatif tersebut.
“Saya sudah berada di sini selama tiga bulan, dan saya biasanya tidak mengambil arah ini,” katanya.
Mourinho juga mengingatkan bahwa Real Madrid sebelumnya sudah mengalami situasi kartu merah ketika menghadapi Elche.
Menurutnya, kombinasi persoalan disiplin pemain dan keputusan pengadil membuat perjuangan Madrid di kompetisi domestik semakin berat.
“Saya ingin berpikir mereka hanya melakukan kesalahan, sama seperti pelatih atau pemain bisa melakukan kesalahan,” ujarnya.
Kekalahan tersebut membuat Real Madrid berada di posisi ketiga klasemen La Liga dengan 15 poin, sementara Atletico Madrid naik ke posisi kedua dengan 16 poin.
Barcelona masih memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin atas Real Madrid setelah tujuh pertandingan.
Hasil derby juga menjadi kekalahan kedua Real Madrid pada musim La Liga 2026/2027, sedangkan Atletico berhasil memperkuat posisinya di papan atas.
Mourinho berharap kontroversi keputusan wasit tidak menjadi warna utama perjalanan kompetisi musim ini.
“Saya ingin berpikir mereka hanya melakukan kesalahan, sama seperti pelatih atau pemain bisa melakukan kesalahan,” ujarnya.
Pelatih Real Madrid itu memastikan timnya akan tetap melanjutkan perjuangan meski hasil derby Madrid kali ini meninggalkan kekecewaan.***