Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa dirinya harus berjuang keras mengatasi kegagalan fungsi rem depan sepanjang gelaran GP Austria 2026, Minggu (20/9/2026). Sang juara bertahan mengaku “sangat beruntung” masih sanggup menyentuh garis finis di posisi kelima di tengah ancaman kendala teknis yang fatal.
Sebelum balapan 28 putaran di Sirkuit Red Bull Ring dimulai, Marquez diunggulkan menjadi salah satu kandidat kuat perebutan podium setelah melakukan rentetan modifikasi efektif pada tuas motornya saat sesi pemanasan (warm-up).
Namun, pembalap asal Spanyol itu justru tampil kedodoran pada fase awal balapan hingga puncaknya melebar jauh keluar lintasan di Tikungan 1 pada lap ke-10. Marquez akhirnya harus puas finis di urutan kelima dengan selisih jarak lebih dari tujuh detik dari sang pemenang, Pedro Acosta. Akibat hasil ini, Marquez kini tertinggal 12 poin dari Jorge Martin di papan klasemen sementara.
Sempat Berpikir untuk Retire akibat Rem “Kosong”
Di hadapan para awak media, Marquez menegaskan bahwa secara kecepatan murni, dirinya sebenarnya berpotensi besar mengamankan posisi kedua atau setidaknya mengunci tempat di podium.
“Laju motor kami sebenarnya ada di sana. Namun, masalah utamanya adalah saya menghadapi kendala luar biasa pada rem depan di paruh awal balapan. Tekanan tuas rem sangat tidak konsisten di setiap titik pengereman,” ungkap Marquez.
Kejadian fatal di Tikungan 1 pada lap ke-10 diakui Marquez terjadi akibat hilangnya daya cengkeram rem secara mendadak.
“Saat saya melakukan kesalahan di Tikungan 1, rem terasa benar-benar kosong, tidak ada tekanan sama sekali. Karena itulah motor saya melebar jauh. Pada satu momen balapan, saya bahkan sempat berpikir, ‘Oke, saya tidak bisa melanjutkan balapan ini’,” tambahnya.
Minta Ducati Segera Evaluasi Data Telemetri
Beruntung bagi Marquez, tekanan hidrolik rem depan motor Desmosedici GP26 miliknya perlahan membaik secara ajaib di pertengahan balapan, memungkinkannya kembali memangkas waktu dan melakukan beberapa aksi menyiap hingga mengamankan posisi kelima.
“Rem tiba-tiba kembali berfungsi dari satu lap ke lap berikutnya. Saya bisa memacu motor lebih cepat dan merebut beberapa posisi, meski tentu saja sudah terlambat untuk mengejar barisan terdepan,” paparnya.
Marquez berharap tim teknis Ducati dapat segera menganalisis rekaman data telemetri guna menemukan akar masalah dan menyiapkan solusi permanen untuk seri-seri mendatang.
“Hal positifnya adalah kendala ini terekam jelas secara teknis pada data, sehingga tim bisa menganalisisnya. Mengingat potensi maksimal kami hari ini adalah posisi kedua atau ketiga, finis di posisi kelima dalam situasi ekstrem seperti ini membuat saya merasa sangat beruntung,” pungkas Marquez.