ROMA – Roberto Mancini mengakui Italia kesulitan mengimbangi Belgia, terutama pada babak pertama pertandingan UEFA Nations League 2026/2027.
Italia mengawali Grup A1 dengan hasil mengecewakan setelah Belgia menang 2-0 di Stadio Olimpico, Roma, Jumat (25/9/2026) waktu setempat.
Mancini menilai masalah utama Gli Azzurri muncul ketika menghadapi tekanan dan memberikan ruang terlalu besar kepada pemain Belgia.
“Melawan tim kuat ini, kami kesulitan di babak pertama, kami tidak bisa bertahan. Kami memberi terlalu banyak ruang sehingga mereka bermain lebih baik,” kata Mancini di Youtube Italia.
Belgia langsung memanfaatkan kelemahan tersebut dengan permainan agresif dan tekanan tinggi sejak awal pertandingan.
Mika Godts membuka keunggulan Belgia pada menit ke-20 setelah menerima umpan Kevin De Bruyne sebelum menaklukkan Gianluigi Donnarumma.
Italia sebenarnya memperoleh sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan, tetapi pertahanan Belgia dan penampilan Senne Lammens membuat usaha tuan rumah belum membuahkan hasil.
Donnarumma juga beberapa kali menyelamatkan Italia dari ancaman tambahan, termasuk ketika Belgia menciptakan peluang melalui Charles De Ketelaere dan Nicolas Raskin.
Memasuki babak kedua, permainan Italia terlihat lebih agresif dengan sejumlah serangan yang mengarah ke pertahanan Belgia.
Namun, ketika Italia berusaha mengejar gol penyama, Belgia justru kembali mendapatkan ruang untuk melancarkan serangan balik.
Dodi Lukebakio kemudian menggandakan keunggulan Belgia pada menit ke-69 melalui tembakan individu dari luar kotak penalti.
Setelah unggul dua gol, Belgia mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dan mencatat kemenangan penting pada laga pembuka.
Hasil tersebut juga menjadi kemenangan pertama Belgia atas Italia dalam sejarah pertemuan kedua negara di UEFA Nations League.
Bagi Mancini, kekalahan tersebut menjadi awal sulit dalam periode keduanya sebagai pelatih Italia setelah kembali dipercaya menangani Gli Azzurri.
Di sisi lain, Mark van Bommel mengawali kiprahnya sebagai pelatih Belgia dengan kemenangan atas Italia dalam pertandingan pembuka Grup A1.
“Kami 100 persen puas karena menang, saya mulai dengan kemauan dan intensitas, itulah dasarnya,” ujar Van Bommel.
Italia selanjutnya dijadwalkan menghadapi Türkiye pada 28 September sebelum bertemu Prancis pada 2 Oktober dalam lanjutan fase grup.
Kekalahan di Roma membuat Italia harus segera memperbaiki organisasi pertahanan sebelum menghadapi dua pertandingan berikutnya yang masuk dalam rangkaian padat Grup A1.***