Juara dunia empat kali, Max Verstappen, harus menerima kenyataan pahit usai sesi kualifikasi F1 Grand Prix Azerbaijan 2026. Bintang Red Bull Racing tersebut mengonfirmasi bahwa dirinya kemungkinan besar harus menerima sanksi penalti grid sebelum musim 2026 berakhir akibat krisis power unit yang dialaminya di Baku.
Padahal, Verstappen sempat digadang-gadang bakal menjadi kandidat kuat peraih pole position usai tampil tercepat pada sesi latihan bebas terakhir. Namun, impian tersebut buyar di Q3 setelah mobilnya mengalami masalah penyaluran tenaga (deployment issue), yang memaksanya puas mengawali balapan dari urutan kedelapan.
Menjelang balapan di Baku hari ini, FIA mengonfirmasi bahwa Red Bull telah memasang sejumlah komponen power unit baru pada mobil Verstappen.
Komponen baru tersebut meliputi Internal Combustion Engine (ICE), turbocharger, sistem knalpot (exhaust), serta komponen pendukung power unit lainnya. Kerugian besar bagi Verstappen, pemasangan ICE, turbocharger, dan knalpot kali ini merupakan batas alokasi terakhir yang diizinkan dalam kuotanya musim ini. Artinya, penggantian berikutnya dipastikan berbuah hukuman penalti grid.
Gagal Total Sejak Q1
Verstappen membeberkan bahwa gangguan pada mesinnya sudah terasa sejak awal sesi kualifikasi bergulir.
“Sejak Q1, saya sudah merasakan ada masalah pada mesin. Hal itu membuat saya kehilangan waktu setidaknya setengah detik dibanding rekan satu tim saya,” ungkap Verstappen kepada media Belanda.
“Memasuki Q2 dan Q3, situasi berubah menjadi bencana total. Kami jelas mengalami masalah serius pada mesin. Di Q1 kami sempat mengira masalahnya sederhana—apakah mesin terlalu dingin atau justru kelewat panas—karena mobil saat ini sangat sensitif. Namun belakangan makin jelas bahwa masalah utamanya ada pada ICE. Performa mesin terus memburuk dan di Q3 tak lagi berfungsi dengan benar,” tambahnya.
Atas kendala tersebut, Verstappen menyadari bahwa memasang mesin baru untuk sisa musim ini adalah hal yang tak terhindarkan.
“Pasti akan ada penalti grid di salah satu balapan mendatang,” tegas sang pembalap.
Badai Penalti Mesin Hantui Tim-Tim Besar
Ancaman penalti mesin di akhir musim 2026 tak hanya membayangi Red Bull. Pada seri sebelumnya di Monza (GP Italia), pembalap Mercedes Andrea Kimi Antonelli sukses melakukan aksi comeback spektakuler—meraih kemenangan meski harus mengawali balapan dari posisi ke-19 akibat penalti power unit.
Rekan setim Antonelli, George Russell, juga diprediksi bakal mengambil penalti serupa dalam waktu dekat saat Mercedes memperkenalkan paket pembaruan ADUO. Sementara itu, Charles Leclerc dari Ferrari yang semula diperkirakan bakal terkena penalti grid di Baku, akhirnya memilih menundanya hingga seri berikutnya.