Bayang-bayang meja operasi yang sempat membayangi Jorge Martin resmi sirna. Usai memenangi sesi Sprint dan merengkuh podium kedua di balapan utama GP Austria, pembalap Aprilia Racing tersebut mengonfirmasi batal menjalani pembedahan pada lengan kanannya (arm pump).
Sebelumnya, masalah arm pump sempat membuat performa Martin melorot drastis dari posisi terdepan hingga finis kelima di Seri Misano. Pembalap asal Spanyol itu bahkan sempat bersiap masuk ruang operasi jika gangguan serupa kembali kambuh di Red Bull Ring.
Beruntung bagi Martin, kendala fisik tersebut tak muncul kembali. Ia sukses memenangi Sprint dan finis runner-up di belakang Pedro Acosta pada balapan utama, sekaligus menundukkan rival utamanya, Marc Marquez, di kedua sesi tersebut untuk merebut kembali puncak klasemen sementara MotoGP.
“Kondisi saya memang belum 100 persen, tetapi jauh lebih baik dibanding saat di Misano. Jadi, kami berada di jalur yang benar,” ungkap Martin. “Saya tidak akan menjalani operasi besok. Saya akan mencoba terus melaju dengan kondisi saat ini.”
Pertimbangan Berisiko Tinggi Sebelum Tur Asia
Seri Austria sejatinya menjadi kesempatan terakhir bagi Martin untuk naik meja operasi sebelum memasuki jadwal maraton tur Asia yang sangat menguras fisik—lima balapan lintas benua dalam kurun waktu enam pekan.
Martin kini menatap jadwal padat tersebut dengan keunggulan 12 poin atas Marc Marquez dan unggul 42 poin dari rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa keputusan membatalkan operasi bukan dipicu oleh euforia keberhasilan merebut kembali puncak klasemen, melainkan kalkulasi risiko yang matang.
“Saya rasa Jorge hanya ingin tetap fokus, konsisten, dan menghindari risiko yang tidak perlu saat ini. Mengambil langkah operasi jelang tur Asia justru membawa risiko yang jauh lebih besar dibanding tidak beroperasi, terlebih dia sama sekali tidak mengeluhkan masalah fisik sepanjang pekan ini,” jelas Rivola kepada Sky Italia.
Rivola menduga episode arm pump di Misano kemungkinan dipengaruhi oleh kombinasi faktor luar yang temporer. “Semoga saja semuanya terus berjalan lancar,” tambahnya.
Ujian Sesungguhnya di Motegi
Kini, daya tahan lengan kanan sang pembalap akan menghadapi ujian berat yang sesungguhnya saat sesi latihan bebas GP Jepang dimulai di Sirkuit Motegi pada akhir pekan mendatang.
Martin optimistis menatap rangkaian balapan di kawasan Asia-Pasifik dengan pemahaman yang kian mendalam terhadap karakter motor RS-GP miliknya.
“Kami bertolak menuju tur Asia dalam kondisi yang sangat baik dan semakin memahami potensi motor. Batal naik meja operasi adalah berita yang sangat bagus, karena menjalani pembedahan di tengah perebutan gelar juara adalah risiko yang amat besar,” pungkas Martin.