Bos Formula 1 tim Alpine, Flavio Briatore, melayangkan peringatan keras terhadap pembalap mudanya, Franco Colapinto. Langkah ini diambil usai Colapinto memicu kecelakaan berantai fatal yang menyapu bersih rekan setimnya, Pierre Gasly, pada gelaran GP Azerbaijan.
Insiden berdarah itu bermula saat momen restart pasca-Safety Car di Sirkuit Baku. Colapinto yang kehilangan kendali mengalami penguncian rem (lock-up) di tikungan pertama, lalu menghantam keras bagian samping mobil Gasly. Benturan tersebut melontarkan kendaraan Gasly hingga menabrak bintang McLaren, Lando Norris, dan menyisakan kehancuran bagi ketiga armada.
Kecerobohan ini memupuskan peluang masif Alpine untuk meraup poin ganda, padahal saat kejadian Colapinto dan Gasly sedang berada nyaman di posisi 10 besar. Akibat hasil nihil ini, Alpine tertahan di peringkat keenam klasemen konstruktor dengan 68 poin—tertinggal 15 angka dari Racing Bulls di perebutan posisi kelima.
Colapinto telah mengutarakan permohonan maaf secara terbuka atas kekhilafannya dan menerima hukuman sanksi turun lima posisi (5-place grid penalty) untuk seri berikutnya di Malaysia. Namun, pengakuan salah itu tak lantas meredam kekecewaan petinggi tim.
“Saya sangat kecewa dengan hasil balapan hari ini, mengingat kami kehilangan poin-poin yang sangat berharga dalam persaingan konstruktor,” tegas Briatore dalam rilis resmi tim.
Briatore Pertimbangkan Sanksi Internal
Briatore menyebut aksi pengereman terlambat yang dilakukan pembalap asal Argentina itu sebagai manuver yang sangat buruk dan tak sepatutnya terjadi pada level persaingan tertinggi.
“Insiden seperti ini tidak boleh terjadi, apalagi saat kedua mobil kami sedang tampil kuat di zona poin. Saya merasa sangat bersalah kepada tim dan Pierre yang sudah bekerja luar biasa sepanjang pekan, serta memohon maaf kepada Lando [Norris] dan McLaren,” lanjut Briatore.
“Franco sudah bertanggung jawab sebagaimana mestinya; pengeremannya terlalu telat untuk ukuran kondisi restart. Itu adalah manuver yang sangat buruk bagi pembalap dengan tingkat pengalamannya. Saya akan mengambil waktu untuk merenung dan mempertimbangkan langkah apa yang harus diambil agar kami bisa belajar dan mencegah hal serupa terulang di masa depan.”
Pro-Kontra di Antara Pembalap
Insiden tersebut memicu gelombang reaksi keras di paddock. Lando Norris yang menjadi korban langsung menyuarakan kemarahan mendalam dan menyebut Colapinto layak dijatuhi sanksi larangan bertanding (race ban).
Meski begitu, tidak semua pembalap menyudutkan Colapinto. Dua juara dunia, Max Verstappen dan George Russell, justru tampil membela Colapinto dengan menilai bahwa insiden penguncian rem di tikungan pertama pasca-restart adalah risiko murni dalam dinamika balapan.
Kini, fokus tertuju pada keputusan akhir yang bakal diambil Briatore di markas Alpine, saat mereka bersiap menatap seri berikutnya di GP Malaysia.