Isu kepindahan mantan Bos Red Bull Racing, Christian Horner, ke tim F1 Ferrari terus memicu pro-kontra di paddock. Mantan Prinsipal Tim Ferrari, Maurizio Arrivabene, justru melontarkan peringatan menohok: rekam jejak kejayaan masa lalu Horner di Red Bull bisa jadi malah menjadi beban dan “kerugian besar” bagi tim Kuda Jingkrak.
Rumor ini mencuat usai Horner secara terbuka menyebut bergabung dengan Ferrari sebagai sebuah “impian” dalam wawancaranya bersama The Times di sela-sela GP Azerbaijan, saat ia berjuang mencari jalan kembali ke F1 pasca-pemecatan dirinya oleh Red Bull pada pertengahan 2025. Di saat bersamaan, posisi Frederic Vasseur sebagai pimpinan Ferrari saat ini dinilai kian tidak aman.
Namun, Arrivabene yang memimpin Ferrari pada periode 2014–2019 menilai kedatangan sosok “nama besar” tidak akan serta-merta menyelesaikan benang kusut di Maranello.
“Di Ferrari, satu orang tidak bisa mengubah apa pun. Untuk Horner datang ke Ferrari dengan seluruh rekam jejak gelar juara yang pernah diraihnya, itu bisa jadi lebih banyak membawa kerugian daripada keuntungan—karena hal itu hanya akan melipatgandakan beban ekspektasi,” tegas Arrivabene saat diwawancarai Sky Italy.
Gugurnya Insinyur Kunci dan Kebutuhan “Ketenangan”
Arrivabene menyoroti problem mendasar Ferrari yang saat ini telah kehilangan barisan insinyur berbakat tingkat atas seperti Simone Resta, Lorenzo Sassi, Enrico Cardile, hingga Andrea Stella yang kini justru bersinar di tim-tim rival.
Sebab itu, mendatangkan Horner dianggap sekadar formalitas tanpa menyelesaikan akar masalah restrukturisasi teknis.
“Semuanya harus dibangun kembali dari nol. Ferrari butuh ketenangan dan sesosok pemimpin yang diberi kebebasan penuh untuk bekerja. Dua hal itu yang bisa menyelesaikan banyak masalah. Tetapi bukanlah satu orang—sehebat apa pun sukses masa lalunya—yang bisa membereskan ini sendirian,” paparnya.
Hentikan Ekspektasi Palsu
Menanggapi tekanan publik terhadap kinerja Fred Vasseur yang kembali digoyang isu pemecatan, Arrivabene meminta publik dan internal Ferrari untuk bersikap realistis dan tidak mudah terbuai narasi mesias.
“Apakah Vasseur orang yang tepat? Saya tidak tahu apakah dia punya keleluasaan penuh atau tidak. Jika iya, maka perlu ada evaluasi matang. Sangat krusial memberi tim ini ketenangan untuk bekerja sekarang, dan itu hal yang paling sulit di Ferrari,” tambah Arrivabene.
“Begitu Anda melangkah masuk ke divisi balap Ferrari, Anda berada di bawah tekanan yang sangat masif. Sebagai penggemar dan mantan pekerja Ferrari, saya tegaskan—jangan ciptakan ekspektasi palsu hanya dengan memboyong ‘orang besar’ yang pernah memenangi segalanya,” tutupnya.