JAKARTA β Setelah makan, sebagian orang punya kebiasaan langsung duduk santai atau rebahan. Padahal, melakukan aktivitas ringan setelah makan dapat memberikan manfaat bagi tubuh, terutama dalam membantu mengendalikan kadar gula darah setelah asupan makanan masuk.
Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah berjalan kaki ringan dalam waktu tidak terlalu lama setelah makan. Aktivitas tersebut membantu otot menggunakan glukosa dari aliran darah sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat lebih terkendali.
Jalan Kaki Setelah Makan Bisa Bantu Kendalikan Gula Darah
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan di Sports Medicine menemukan bahwa olahraga setelah makan dapat menurunkan peningkatan kadar gula darah setelah makan dibandingkan kondisi tanpa aktivitas.
Penelitian tersebut menganalisis delapan uji acak terkontrol dengan total 116 peserta, terdiri dari 47 orang dengan diabetes tipe 2 dan 69 orang tanpa diabetes. Hasilnya menunjukkan aktivitas fisik setelah makan memberikan efek yang lebih baik terhadap lonjakan gula darah dibandingkan aktivitas sebelum makan atau tidak beraktivitas.
Studi tersebut juga menemukan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan sesegera mungkin setelah makan cenderung memberikan manfaat lebih besar dalam mengendalikan kadar gula darah.
Tak Perlu Olahraga Berat
Aktivitas setelah makan tidak harus berupa olahraga dengan intensitas tinggi. Jalan kaki ringan sudah dapat menjadi pilihan praktis, terutama bagi orang yang sebelumnya terbiasa duduk atau rebahan dalam waktu lama.
Penelitian lain yang terbit pada 2026 dan mencakup 53 studi menemukan bahwa jeda aktivitas singkat dapat membantu menurunkan respons gula darah dan insulin setelah makan dibandingkan duduk dalam waktu lama. Dalam analisis tersebut, berjalan menjadi jenis aktivitas yang menunjukkan efek paling besar dibandingkan bentuk jeda aktivitas lainnya.
Artinya, setelah makan seseorang tidak harus langsung melakukan latihan berat. Bangun dari kursi dan berjalan sebentar dapat menjadi pilihan sederhana untuk mengurangi waktu sedentari.
Rebahan Bukan Berarti Makanan Langsung Jadi Lemak
Anggapan bahwa makanan akan langsung berubah menjadi lemak ketika seseorang rebahan setelah makan perlu diluruskan.
Tubuh memang menyimpan kelebihan energi dalam bentuk cadangan, termasuk lemak. Namun, peningkatan lemak tubuh tidak ditentukan hanya oleh posisi tubuh setelah satu kali makan. Faktor seperti total asupan kalori, aktivitas fisik, pola makan, dan kebiasaan sehari-hari turut menentukan perubahan berat serta komposisi tubuh.
Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa penumpukan lemak viseral dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk pola makan tinggi kalori, kurang aktivitas fisik, gaya hidup, dan kurang tidur.
Coba Jalan Santai Setelah Makan
Bagi yang ingin mengurangi kebiasaan langsung rebahan setelah makan, jalan santai bisa menjadi langkah sederhana. Tidak perlu dilakukan dengan intensitas tinggi, terutama jika baru selesai makan.
Selain membantu tubuh tetap aktif, kebiasaan tersebut dapat membantu mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan. Yang tidak kalah penting, manfaat terhadap berat badan tetap bergantung pada pola hidup secara keseluruhan, bukan hanya aktivitas beberapa menit setelah makan.
Jadi, daripada langsung rebahan, tidak ada salahnya memberi tubuh kesempatan untuk tetap bergerak ringan setelah makan.