Ducati dikabarkan telah melakukan berbagai eksperimen ekstrem dan terkesan “tidak masuk akal” demi mendongkrak performa Francesco ‘Pecco’ Bagnaia yang terus terpuruk sepanjang paruh kedua musim MotoGP 2026.
Juara dunia dua kali tersebut sejatinya sempat membuka musim 2026 dengan torehan positif melalui deretan podium hingga jeda musim panas. Namun, sejak paruh kedua bergulir pada awal Agustus, performa Bagnaia merosot tajam. Ia mencatatkan tiga kali crash dalam empat balapan terakhir dan hanya mampu finis di posisi ketujuh pada GP Austria.
Keluhan utama Bagnaia berpusat pada minimnya daya cengkeram ban belakang (rear grip)—masalah aneh yang justru sama sekali tidak dialami oleh para penunggang Desmosedici lainnya.
Pengakuan Eks Kepala Kru: “Semua Hal Sudah Dicoba”
Mantan kepala kru ternama MotoGP, Ramon Forcada, mengungkapkan dalam siniar Duralvita bahwa pabrikan Borgo Panigale tersebut telah menguji beragam set-up hingga batas irasional demi membantu sang pembalap utama.
“Berdasarkan diskusi saya dengan tim Ducati, mereka sudah menguji segalanya—bahkan hal-hal yang terkesan tidak rasional dan secara logika ‘tidak akan pernah berhasil’, tapi tetap mereka uji,” ujar Forcada.
“Masalahnya, mereka sudah mencoba seluruh opsi, termasuk kembali memakai piringan rem berukuran besar dari spesifikasi tahun lalu. Kadang eksperimen ini justru memperburuk keadaan dan menurunkan performa. Bagi teknisi, sangat sulit saat pembalap mengeluh motornya tidak bekerja, lalu Anda harus berkata ‘Tidak, kamu harus menungganginya sesuai set-up yang ada tanpa mengubah apa pun’.”
Forcada menekankan, meski teknisi tahu perubahan yang diminta pembalap secara teori tidak akan berhasil, tim tetap wajib memberi kesempatan bagi pembalap untuk mengujinya sendiri di lintasan.
Drama Bocornya Percakapan dengan Di Giannantonio
Frustrasi yang dialami Bagnaia sempat memicu tensi tinggi pada gelaran GP San Marino. Kamera DAZN menangkap momen percakapan privat antara Bagnaia dan sesama pembalap Ducati, Fabio Di Giannantonio.
Dalam rekaman tersebut, Di Giannantonio menyarankan Bagnaia untuk kembali menguji set-up dasar (basic set-up), namun Bagnaia merespons singkat: “Mereka tidak mengizinkanku.”
Pernyataan tersebut berbuntut panjang hingga membuat Bagnaia meradang di media. Ia menegaskan percakapan tersebut dipotong di luar konteks dan mengecam DAZN karena menyiarkan rekaman pribadi tersebut.
Jelang bergulirnya GP Jepang akhir pekan ini, catatan kelam membayangi sang pembalap Italia: sudah lebih dari satu tahun Bagnaia tak pernah lagi merasakan podium tertinggi di balapan utama Grand Prix.