Penemuan jenazah seorang perwira pertama TNI menggegerkan kawasan Alun-alun Kuala Kencana PT Freeport Indonesia, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (3/10/2026) pagi. Korban yang diidentifikasi sebagai Letda Cba R ditemukan tewas di dalam sebuah mobil yang terparkir dengan kondisi mesin masih menyala.
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Riyantho, membenarkan bahwa korban merupakan personel aktif yang bertugas di Satuan Tugas (Satgas) Bamin.
“Benar, korban dari Satgas Bamin. Jenazah saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Tingkat IV TNI di Jalan Agimuga Mile 32,” ujar Brigjen Riyantho saat dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2026).
Temuan Luka Tembak Tunggal di Dada Kiri
Proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal mengonfirmasi adanya luka mematikan pada tubuh korban. Pihak TNI menyatakan tidak menemukan bekas kekerasan fisik lain selain proyektil atau bekas tembakan di area vital.
“Luka fisik lainnya tidak ada, namun terdapat luka tembak di bagian dada kiri,” jelas Riyantho.
Guna mengungkap penyebab pasti kematian perwira tersebut, jajaran TNI mendesak tim gabungan untuk bergerak cepat dan bekerja sama erat dengan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Mimika.
Kecurigaan Sekuriti dan Penyelidikan Bersama TNI-Polri
Penemuan jenazah ini bermula dari kejelian petugas keamanan (security) kawasan PT Freeport Indonesia yang tengah melakukan patroli rutin di area Alun-alun Kuala Kencana sejak Sabtu pagi.
Kapolres Mimika, AKBP I Made Alfredo Agustinus Rumbiak, membeberkan kronologi awal pelaporan yang diterima kepolisian sekitar pukul 06.00 WIT.
“Awalnya petugas sekuriti melintas patroli di kawasan tersebut. Setelah sekitar tiga kali melintas, mereka curiga karena mobil itu tidak kunjung bergeser dan mesinnya masih dalam kondisi menyala. Saat dicek lebih dekat, ditemukanlah korban di dalamnya, sehingga sekuriti langsung melapor ke Polsek Kuala Kencana,” ungkap AKBP Alfredo.
Hingga saat ini, tim penyidik gabungan Polres Mimika dan POM TNI masih melakukan pendalaman intensif, memeriksa saksi-saksi kunci, serta mengumpulkan bukti forensik di lokasi kejadian. Pihak kepolisian menegaskan belum menyimpulkan motif di balik peristiwa tragis ini, termasuk dugaan insiden penembakan oleh pihak luar maupun indikasi mengakhiri hidup sendiri.