LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur masih berada pada Level III atau Siaga berdasarkan laporan pengamatan Senin, 12 Oktober 2026, periode pukul 00.00–06.00 WIB.
Dalam rentang enam jam tersebut, petugas mencatat 25 kali gempa letusan atau erupsi, disertai gempa guguran, hembusan, harmonik, dan tektonik jauh.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan data pengamatan juga merekam sejumlah letusan yang mengeluarkan suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang.
Secara visual, kondisi puncak Semeru terpantau jelas pada beberapa waktu, tetapi sesekali tertutup kabut dengan tingkat ketebalan bervariasi.
Asap kawah tidak teramati selama periode pelaporan, sementara cuaca berkisar cerah hingga hujan dengan angin lemah bertiup ke arah barat daya, barat, dan barat laut.
Suhu udara di sekitar kawasan gunung tercatat berkisar 18–21 derajat Celsius.
Rincian Aktivitas Kegempaan Semeru
Berdasarkan laporan pengamatan, gempa letusan atau erupsi menjadi jenis kegempaan yang paling banyak tercatat, yakni 25 kejadian dengan amplitudo 12–25 milimeter dan durasi 87–242 detik.
Petugas juga merekam enam kali gempa guguran dengan amplitudo 1–5 milimeter dan durasi 27–88 detik.
Aktivitas berikutnya berupa tujuh kali gempa hembusan dengan amplitudo 2–6 milimeter dan durasi 29–74 detik.
Selain itu, terdeteksi dua kali gempa harmonik dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 104–318 detik.
Pengamatan kegempaan turut mencatat dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2–13 milimeter, nilai S-P 13 detik, serta durasi 27–42 detik.
Zona Bahaya yang Harus Dihindari
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru.
Di luar zona tersebut, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh minimal 500 meter dari tepi Besuk Kobokan karena perluasan awan panas dan aliran lahar berpotensi menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung juga harus dihindari karena kawasan tersebut rawan terhadap lontaran batu pijar.
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai serta lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.
Warga dan pengunjung di sekitar kawasan gunung diimbau mematuhi rekomendasi keselamatan serta tidak memasuki zona berbahaya selama aktivitas vulkanik berlangsung.***