Kemudahan bertransaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup digital masyarakat. Namun, di balik kepraktisannya, celah teknologi ini kian marak dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk penipuan hingga penampungan dana judi online (judol).
Agar terhindar dari potensi kerugian material maupun tindak pidana, masyarakat diimbau untuk selalu teliti dan memeriksa identitas transaksi sebelum menekan tombol konfirmasi pembayaran.
6 Ciri-Ciri QRIS yang Terafiliasi Judi Online atau Penipuan
Sebelum memasukkan nominal uang dan PIN transaksi, pastikan Anda mewaspadai tanda-tanda bahaya (red flags) pada tampilan layar ponsel maupun kondisi fisik lembar QRIS berikut:
-
Nama Merchant Tidak Sesuai Tempat Usaha Saat kode QRIS dipindai (scan), nama merchant yang muncul di layar aplikasi pembayaran tidak sama dengan nama toko, restoran, atau lapak usaha yang sedang Anda kunjungi.
-
Penerima Atas Nama Pribadi atau Menggunakan Istilah Aneh QRIS resmi untuk sektor usaha (merchant) umumnya mencantumkan nama badan usaha atau identitas toko yang spesifik. Jika yang muncul adalah nama perorangan tak dikenal, susunan angka acak, atau istilah yang merujuk pada situs/agen tertentu, transaksi tersebut patut dicurigai.
-
Indikasi Nama Terkait Situs Perjudian Rincian identitas penerima pada layar konfirmasi secara terang-terangan menunjukkan kode, istilah, atau nama yang terafiliasi dengan situs perjudian digital.
-
Kondisi Fisik QRIS Berupa Stiker ‘Tempelan’ Terdapat stiker kode QR baru yang sengaja ditimpakan untuk menutupi stiker QRIS asli milik pedagang (modus QRIS tempelan).
-
Tidak Memiliki Informasi NMID dan TID yang Jelas QRIS resmi yang diterbitkan oleh penyedia jasa pembayaran terdaftar selalu dilengkapi dengan National Merchant ID (NMID) dan Terminal ID (TID). QRIS ilegal atau palsu biasanya membiarkan kolom identitas unik ini kosong atau tidak lengkap.
-
Mengarahkan ke Tautan (Link) Browser Lain Kode QR yang aman akan langsung memproses transaksi di dalam aplikasi pembayaran. Jika hasil pindaian justru membuka peramban (browser), mengarahkan ke pranala luar, atau meminta transfer ke rekening pribadi, segera hentikan prosesnya.
Terapkan “Rumus 3 Langkah” Sebelum Mengonfirmasi Pembayaran
Untuk memastikan keamanan saldo dan data transaksi Anda, biasakan menerapkan tiga langkah sederhana ini setiap kali bertransaksi menggunakan QRIS:
-
Langkah 1: SCAN (Pindai)
Gunakan aplikasi pembayaran resmi (seperti dompet digital terverifikasi atau mobile banking). Jangan terburu-buru memasukkan PIN saat kamera berhasil memindai kode.
-
Langkah 2: CEK NAMA (Verifikasi)
Periksa dengan teliti nama merchant atau penerima yang tertera pada layar konfirmasi. Pastikan identitas tersebut 100% cocok dengan tempat usaha atau kasir tempat Anda bertransaksi.
-
Langkah 3: BATALKAN Jika Curiga
Apabila menemukan ketidaksesuaian nama, terdapat indikasi stiker tempelan, atau kejanggalan identitas lainnya, segera batalkan transaksi. Informasikan temuan tersebut kepada kasir/pemilik tempat usaha, serta laporkan indikasi penyalahgunaan QRIS ke Pihak Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) atau Bank Indonesia.