JAKARTA – Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon bukan nama baru dalam operasi militer di Papua. Jenderal TNI Angkatan Darat yang kini menjabat Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) itu pernah memimpin operasi yang berhasil merebut markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan melumpuhkan sejumlah pimpinan militer kelompok tersebut.
Pengalaman itu menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan karier Richard di lingkungan TNI. Ia dikenal sebagai perwira yang berasal dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan pernah mendapat penugasan di sejumlah posisi strategis.
Pimpin Operasi Nemangkawi I di Papua
Rekam jejak Richard dalam operasi di Papua tercatat ketika dirinya menjabat Wakil Komandan Jenderal Kopassus. Pada 2018, ia ditunjuk sebagai Kepala Operasi Nemangkawi I di Papua.
Dalam operasi tersebut, Richard bersama pasukannya dilaporkan berhasil merebut markas OPM serta melumpuhkan beberapa pimpinan militer Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
Keberhasilan itu menjadi salah satu pengalaman operasional yang menonjol dalam karier militernya. Namun, laporan yang tersedia tidak merinci jumlah korban maupun identitas seluruh pihak yang terlibat dalam operasi perebutan markas tersebut.
Lulusan Akmil 1992, Berkarier di Kopassus
Richard merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992 dan berasal dari kecabangan Infanteri Kopassus. Sebelum menduduki jabatan sebagai Wamenhan, ia telah menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Pada awal kariernya, Richard menempati sejumlah posisi di Kopassus, termasuk komandan satuan dan jabatan staf. Ia juga pernah bertugas dalam operasi militer di Timor-Timur pada 1998.
Pengalaman di satuan elite tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya hingga dipercaya memegang sejumlah jabatan komando dan strategis di tubuh TNI.
Pernah Perintahkan Penindakan terhadap OPM
Pengalaman Richard menangani persoalan keamanan di Papua juga terlihat ketika ia menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III. Pada Mei 2024, ia memerintahkan operasi gabungan TNI-Polri untuk merebut kembali kendali keamanan di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok bersenjata OPM.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga sipil bernama Alexander Parapak dilaporkan meninggal dunia setelah penembakan di sekitar kompleks Polsek Homeyo. Sejumlah fasilitas umum dan rumah warga juga dilaporkan dibakar.
Richard menegaskan bahwa aparat akan mengejar kelompok bersenjata yang terlibat dan melakukan penindakan secara terukur. Operasi itu menjadi bagian dari upaya memulihkan keamanan serta melindungi masyarakat di wilayah terdampak.
Kini, dengan penugasan sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Richard membawa pengalaman panjang di bidang operasi dan komando militer ke lingkungan pemerintahan. Rekam jejaknya di Papua menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam perjalanan karier perwira tinggi TNI tersebut. (ACH)