Banten International Stadium (BIS) di Kota Serang mendadak mencekam usai kericuhan antar-kelompok suporter meletus dalam laga panas antara Persita Tangerang vs Persija Jakarta. Polda Banten melaporkan sebanyak 11 orang mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu hingga terkilir saat panik menyelamatkan diri.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea, mengonfirmasi seluruh korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapat perawatan medis darurat.
“Tercatat 11 orang mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar dan terkilir saat saling kejar. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di tiga fasilitas kesehatan, yakni RS Bhayangkara, RS Banten, dan RS Arafiq,” terang Kombes Maruli, Minggu (18/10/2026).
Awal Mula Bentrok: Saling Ejek di Menit Ke-25
Maruli membeberkan bahwa gesekan bermula dari aksi saling provokasi dan saling ejek yel-yel dukungan saat pertandingan baru berjalan 25 menit di babak pertama.
Eskalasi emosi massa pertama kali memanas di sekitar tribun Gate 14, sebelum akhirnya merembet ke titik-titik lain di dalam stadion.
“Pada menit ke-25 babak pertama, terjadi aksi saling ejek antara oknum suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang di Gate 14. Situasi diduga dipicu oleh nyanyian provokasi saat masing-masing kelompok menyampaikan yel-yel dukungan,” jelasnya.
Ketegangan Memuncak Saat Jeda Babak Pertama
Memasuki waktu jeda (half-time), ketegangan bukannya mereda justru makin tak terkendali. Kericuhan susulan meletus di area tribun Gate 5, Gate 6, dan Gate 7 setelah puluhan oknum suporter Persija dilaporkan mendatangi barisan tribun pendukung Persita.
Situasi yang kian memanas memaksa ratusan suporter panik dan berlarian ke segala arah demi menyelamatkan diri.
“Situasi sempat memanas ketika puluhan suporter Persija turut mendatangi area tribun suporter Persita. Akibatnya, sejumlah suporter Persita berupaya menyelamatkan diri, bahkan beberapa di antaranya nekat melompati pagar pembatas tribun menuju lintasan jogging track,” pungkas Maruli.
Saat ini aparat kepolisian tengah mendalami rekaman keamanan dan memeriksa sejuta saksi untuk menindak tegas oknum-oknum yang memicu kerusuhan di arena olahraga tersebut.