JAKARTA – Pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, telah mencapai 83 persen. Proyek yang ditujukan untuk membantu mengurai kemacetan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada awal 2027.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, turun langsung meninjau pembangunan tersebut untuk memastikan kesesuaian antara laporan kontraktor dan kondisi di lapangan. Dari hasil peninjauan, ia menilai progres fisik proyek telah sesuai dengan laporan yang disampaikan pelaksana pembangunan.
“Hari ini saya memonitor langsung pembangunan Flyover Latumenten. Saya dapat laporan bahwa pembangunannya sudah mencapai 83 persen, makanya langsung saya cek benar atau tidaknya,” ujar Kenneth dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Kenneth, pengawasan langsung diperlukan agar perkembangan proyek dapat diketahui secara faktual, bukan hanya berdasarkan laporan administratif. Karena itu, ia memeriksa sejumlah bagian konstruksi untuk mencocokkan capaian pekerjaan dengan data yang disampaikan kontraktor.
“Tentunya secara teori kan saya sebagai anggota Dewan enggak boleh percaya begitu saja ya. Nah, pada saat kita cek di lapangan secara teknis dan lain-lain, ternyata sudah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kontraktor,” tuturnya.
Flyover Latumenten memiliki panjang sekitar 800 meter. Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 83 persen, Kenneth berharap kontraktor dapat menjaga ritme pekerjaan agar penyelesaiannya tidak melewati target yang telah ditetapkan.
Ia mengingatkan bahwa waktu pengerjaan yang tersisa relatif terbatas. Karena itu, seluruh pekerjaan perlu diselesaikan sesuai jadwal sehingga flyover tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
“Masih ada sisa dua bulan lagi, saya harap bisa selesai sesuai target ya. Jadi, Tahun Baru nanti atau Januari 2027 bisa dibuka untuk umum dan beroperasi,” kata legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Kendala Pembangunan & Kondisi Lalu Lintas
Dalam peninjauan tersebut, Kenneth juga menyoroti kendala yang dihadapi kontraktor selama proses pembangunan. Salah satunya adalah keterbatasan ruang kerja di sekitar lokasi proyek yang membuat pelaksanaan pekerjaan harus menyesuaikan kondisi lapangan.
Meski demikian, ia menilai kendala tersebut sejauh ini belum menjadi hambatan signifikan yang berpotensi mengganggu target penyelesaian proyek.
“Kendala yang dihadapi itu kontur yang terlalu sempit, tapi sampai detik ini saya lihat tidak ada masalah yang signifikan ya. Lalu, yang sempat dikeluhkan itu macet, tapi kita lihat belakangan ini sudah mulai terurai lah macetnya,” jelasnya.
Persoalan kemacetan menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan Flyover Latumenten. Kawasan tersebut selama ini menghadapi kepadatan lalu lintas yang berkaitan dengan perlintasan sebidang kereta api.
Kehadiran flyover diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di sekitar Grogol Petamburan. Namun, manfaat tersebut baru dapat dirasakan secara optimal setelah pembangunan selesai dan infrastruktur mulai dioperasikan.
Dilengkapi Halte TransJakarta & JPO dengan Empat Lift
Selain pembangunan jalur layang, proyek Flyover Latumenten juga dirancang terintegrasi dengan fasilitas transportasi dan penyeberangan bagi masyarakat.
Fasilitas pendukung yang disiapkan meliputi halte TransJakarta serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilengkapi empat unit lift. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Integrasi fasilitas ini menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur di kawasan tersebut. Dengan tersedianya akses transportasi dan penyeberangan, masyarakat diharapkan memiliki pilihan mobilitas yang lebih mudah ketika proyek telah beroperasi.
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, mengatakan pembangunan Flyover Latumenten telah lama dinantikan warga. Ia berharap kehadiran infrastruktur tersebut dapat membantu mengatasi kemacetan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.
“Warga telah menantikan realisasi pembangunan Flyover Latumenten ini sejak lama. Maka dari itu, warga mengucapkan terima kasih kepada Pak Kenneth dan Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Raditian.
Harapan serupa disampaikan Ema, warga RT 13 RW 11, Kelurahan Jelambar. Ia mengaku senang melihat pembangunan flyover yang selama ini dinantikan masyarakat mulai menunjukkan perkembangan.
“Sudah lama kami menunggu. Ketika Pak Kenneth hadir, langsung cepat dibangun. Alhamdulillah, kami bangga dan senang,” pungkasnya.
Dengan progres fisik yang telah mencapai 83 persen, penyelesaian Flyover Latumenten kini menjadi perhatian menjelang akhir 2026. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember, dengan harapan dapat dibuka untuk umum pada pergantian tahun atau paling lambat Januari 2027.