Minum es teh sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan kebiasaan yang mendarah daging bagi masyarakat Indonesia. Sensasi dingin dan segarnya es teh memang menjadi penawar dahaga paling ampuh, terutama saat cuaca panas terik.
- Pelajaran Penting: Kasus Gagal Ginjal Buntut Es Teh
- 5 Efek Buruk Terlalu Sering Minum Es Teh bagi Tubuh
- 1. Memicu Stres dan Kecemasan Berlebih
- 2. Memicu Sakit Kepala Berulang (Rebound Headache)
- 3. Efek Diuretik: Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat
- 4. Menghambat Penyerapan Zat Besi (Risiko Anemia)
- 5. Mengganggu Siklus Tidur dan Produksi Melatonin
- Tips Bijak Menikmati Es Teh
Secara umum, teh yang kaya akan kandungan antioksidan membawa beragam kebaikan bagi tubuh—mulai dari memelihara kesehatan jantung, menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif, hingga membantu pencegahan diabetes.
“Untuk mendapatkan efek menguntungkan ini, teh yang diminum harus kaya akan kandungan antioksidan tinggi,” ujar Joe Vinson, PhD, profesor kimia dari University of Scranton, Pennsylvania, melansir Consumer Reports.
Namun, secangkir kesegaran tersebut bisa berubah menjadi ancaman serius jika dikonsumsi secara berlebihan. Kebiasaan menenggak es teh secara terus-menerus tanpa kontrol dapat memicu berbagai gangguan kesehatan kronis.
Pelajaran Penting: Kasus Gagal Ginjal Buntut Es Teh
Bahaya es teh bukan sekadar ancaman sepele. Mengutip NBC News, seorang pria asal Arkansas, Amerika Serikat, dilaporkan mengalami gagal ginjal akut akibat kebiasaan mengonsumsi 16 cangkir es teh hitam setiap hari.
Teh hitam mengandung senyawa oksalat (oxalate) dalam konsentrasi yang cukup tinggi. Ketika akumulasi oksalat di dalam tubuh melonjak drastis, zat ini akan membentuk kristal di dalam ginjal yang memicu pembentukan batu ginjal hingga kerusakan fungsi ginjal secara permanen.
5 Efek Buruk Terlalu Sering Minum Es Teh bagi Tubuh
Berikut adalah deretan dampak kesehatan yang dapat terjadi jika Anda tidak membatasi asupan es teh harian:
1. Memicu Stres dan Kecemasan Berlebih
Meski sebagian orang merasa lebih rileks usai minum teh, konsumsi dalam jumlah banyak justru memberikan efek sebaliknya. Kandungan kafein di dalam teh dapat merangsang sistem saraf pusat. Mengutip Eat This, Not That!, batas aman konsumsi kafein dari teh adalah kurang dari 200 mg per hari (setara 3 cangkir). Melebihi porsi tersebut berisiko memicu jantung berdebar, rasa gelisah, dan serangan cemas.
2. Memicu Sakit Kepala Berulang (Rebound Headache)
Seduhan herbal tertentu seperti teh peppermint memang bisa meredakan sakit kepala. Namun, asupan kafein yang berlebihan dari teh biasa justru memicu sakit kepala kronis. Jika Anda kerap mengalami migrain, para ahli menyarankan untuk menekan asupan kafein di bawah 100 mg per hari (maksimal 2 cangkir teh).
3. Efek Diuretik: Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat
Sifat diuretik alami pada teh memaksa ginjal bekerja lebih cepat mengeluarkan cairan dari tubuh. Dalam jangka pendek, Anda akan lebih sering bolak-balik ke kamar mandi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini kerap mengganggu kualitas tidur malam (nokturia) karena Anda terbangun berulang kali untuk buang air kecil.
4. Menghambat Penyerapan Zat Besi (Risiko Anemia)
Mengutip Vinmec, teh—terutama teh hijau dan teh hitam—mengandung senyawa tanin. Tanin memiliki sifat mengikat zat besi non-heme yang berasal dari makanan di saluran pencernaan, sehingga tubuh gagal menyerapnya secara optimal. Kekurangan zat besi jangka panjang dapat memicu anemia, kelelahan kronis, hingga penurunan fungsi otak.
5. Mengganggu Siklus Tidur dan Produksi Melatonin
Teh yang diseduh terlalu lama memiliki konsentrasi kafein yang lebih tinggi. Kafein bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin dan menekan produksi hormon melatonin—hormon alami penentu rasa kantuk. Gangguan tidur kronis (insomnia) yang dibiarkan terus-menerus dapat merusak sistem imunitas, memicu kelelahan organ, hingga meningkatkan risiko demensia di usia tua.
Tips Bijak Menikmati Es Teh
-
Batasi Porsi: Cukupi konsumsi maksimal 2–3 cangkir per hari.
-
Hindari Konsumsi Bersama Makan Utama: Berikan jeda 1–2 jam sebelum atau sesudah makan agar penyerapan zat besi tidak terganggu.
-
Kurangi Gula Tambahan: Gunakan pemanis alami atau kurangi sirup gula untuk menghindari risiko diabetes dan obesitas.
-
Imbangi dengan Air Putih: Pastikan kebutuhan cairan utama tubuh tetap ditopang oleh air putih hangat atau dingin.