JAKARTA – Kurang minum air putih dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi, yaitu kondisi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk. Kondisi ini tidak selalu ditandai urine berwarna kuning pekat, tetapi juga bisa muncul melalui rasa haus, sakit kepala, hingga tubuh mudah lelah.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan suhu lingkungan. Karena itu, mengenali tanda awal kekurangan cairan penting dilakukan agar tubuh tetap terhidrasi, terutama saat cuaca panas atau setelah berolahraga.
Mengutip National Health Service (NHS) Inggris, gejala dehidrasi pada orang dewasa dapat meliputi rasa haus, pusing, kelelahan, mulut kering, serta berkurangnya frekuensi buang air kecil.
1. Mudah Haus dan Mulut Terasa Kering
Rasa haus merupakan salah satu sinyal tubuh membutuhkan tambahan cairan. Kondisi ini bisa disertai mulut, bibir, atau lidah yang terasa kering.
Meski demikian, mulut kering tidak selalu disebabkan kurang minum. Kebiasaan bernapas melalui mulut, efek samping obat, dan sejumlah kondisi kesehatan juga dapat memicu keluhan serupa.
2. Tubuh Mudah Lelah
Jika tubuh terasa lemas meski tidak melakukan aktivitas berat, kekurangan cairan bisa menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Cairan berperan penting dalam menjaga fungsi normal tubuh. Saat cairan yang hilang tidak tergantikan dengan cukup, seseorang dapat merasa lebih lelah dan kurang bertenaga.
Namun, kelelahan bukan tanda khusus dehidrasi karena dapat pula berkaitan dengan kurang tidur, anemia, atau masalah kesehatan lainnya.
3. Sakit Kepala
Sakit kepala juga dapat muncul ketika tubuh mengalami kekurangan cairan. Keluhan ini bisa disertai rasa haus, lemas, atau pusing.
Jika sakit kepala muncul setelah beraktivitas di bawah terik matahari atau banyak berkeringat, cobalah beristirahat di tempat sejuk dan minum secara bertahap.
Apabila sakit kepala terasa sangat berat, muncul mendadak, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera cari pertolongan medis.
4. Pusing, Terutama Saat Berdiri
Kekurangan cairan dapat membuat seseorang merasa pusing atau seperti akan pingsan. Keluhan tersebut juga dapat terasa ketika seseorang bangkit dari posisi duduk atau berbaring.
Jika mengalaminya, duduk atau berbaring terlebih dahulu agar tidak terjatuh. Minum air jika masih mampu menelan dengan normal.
Pusing yang terus berulang atau tidak membaik perlu diperiksa karena dapat disebabkan oleh kondisi lain, termasuk penurunan tekanan darah.
5. Frekuensi Buang Air Kecil Berkurang
Selain perubahan warna, jumlah urine yang keluar juga dapat menjadi petunjuk kondisi hidrasi tubuh.
Ketika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh berusaha mempertahankan air sehingga urine bisa menjadi lebih sedikit dan seseorang lebih jarang buang air kecil.
NHS menyebut buang air kecil lebih jarang daripada biasanya sebagai salah satu tanda dehidrasi. Meski begitu, frekuensi buang air kecil juga dipengaruhi oleh obat-obatan, kondisi kesehatan, dan jumlah cairan yang dikonsumsi.
6. Sulit Berkonsentrasi dan Perubahan Suasana Hati
Kekurangan cairan dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk kemampuan berpikir secara jernih. Seseorang mungkin merasa sulit berkonsentrasi, lebih mudah tersinggung, atau mengalami perubahan suasana hati.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa dehidrasi dapat berkaitan dengan gangguan kejernihan berpikir dan perubahan suasana hati.
Namun, gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami dehidrasi karena kurang tidur, stres, dan berbagai faktor lain juga bisa memengaruhinya.
7. Bibir dan Mata Terasa Kering
Bibir pecah-pecah serta mata yang terasa kering dapat muncul ketika asupan cairan kurang. NHS memasukkan mulut, bibir, dan mata kering sebagai gejala yang dapat menyertai dehidrasi.
Meski begitu, kondisi ini tidak selalu berarti tubuh kekurangan air. Cuaca kering, penggunaan pendingin ruangan, iritasi mata, dan obat-obatan tertentu juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Bagaimana Cara Memenuhi Kebutuhan Cairan?
CDC menegaskan bahwa air membantu menjaga suhu tubuh, melumasi sendi, melindungi jaringan tubuh, serta membuang sisa metabolisme melalui urine, keringat, dan buang air besar.
Untuk menjaga hidrasi, biasakan minum secara berkala sepanjang hari dan sesuaikan asupan dengan aktivitas serta kondisi lingkungan. Kebutuhan cairan dapat meningkat ketika cuaca panas, berolahraga, demam, muntah, atau mengalami diare.
Jangan hanya mengandalkan rasa haus atau warna urine sebagai satu-satunya patokan. Perhatikan juga kondisi tubuh secara keseluruhan.
Jika mengalami kebingungan, penurunan kesadaran, pusing saat berdiri yang tidak kunjung hilang, atau urine sangat sedikit hingga tidak keluar, segera cari pertolongan medis. Dehidrasi berat dapat menjadi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.