Bos tim Mercedes AMG Petronas F1, Toto Wolff, menepis keras klaim provokatif dari mantan penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, mengenai masa depan George Russell. Marko sebelumnya menyebut bahwa karier Russell di Mercedes telah meredup seiring makin dominannya performa sang pembalap muda, Andrea Kimi Antonelli.
Antonelli kini berada di ambang sejarah untuk mengunci gelar juara dunia F1 pertamanya setelah tampil dominan dan meraih kemenangan krusial di GP Amerika Serikat. Pembalap Italia berusia 20 tahun itu hanya membutuhkan tambahan dua poin pada seri berikutnya di Mexico City untuk merengkuh mahkota juara dunia.
Kondisi tersebut membuat Marko memprediksi bahwa Russell tak akan pernah bisa bangkit dari pukulan mental musim ini, mengingat ia sempat digadang-gadang sebagai calon kuat juara dunia sebelum musim bergulir.
“Russell bukan lagi pembalap nomor satu di Mercedes. Antonelli secara jelas telah merebut status itu darinya. Saya ragu apakah Russell akan pernah memiliki kesempatan lagi untuk bertarung merebut gelar juara dunia atau mendapatkan status pembalap utama di tim manapun,” tegas Marko.
Balasan Menohok Toto Wolff untuk Helmut Marko
Kritik menohok Marko tersebut langsung direspons tegas oleh Toto Wolff. Meski menaruh rasa hormat pada seniornya sesama pria asal Austria, Wolff menegaskan bahwa analisis Marko mengenai potensi Russell keliru besar.
“Helmut adalah rekan sesama Austria saya yang tidak begitu dekat, tapi saya menghormati pendapatnya. Namun, menurut saya dia salah besar mengenai George. George memiliki semua kemampuan yang dibutuhkan. Masalahnya, mobil musim ini mungkin kurang sesuai dengan gaya balapnya,” pangkas Wolff dikutip dari Motorsport.com.
Keyakinan Mercedes pada Talenta George Russell
Wolff mengakui bahwa secara psikologis, mengawali musim dengan ekspektasi tinggi lalu melihat rekan setim yang masih rookie tampil luar biasa bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Namun, ia optimistis Russell akan kembali ke performa terbaiknya pada musim baru mendatang.
“Awal musim mungkin terasa sulit ketika Anda merasa ini adalah tahun emas Anda, tetapi kemudian ada sosok wunderkind (bocah ajaib) di sisi lain garasi yang mulai menggerogoti dominasi tersebut,” aku Wolff.
“Namun saya percaya, di musim baru nanti—jika kami memberikannya mobil yang cepat—George memiliki segala syarat yang dibutuhkan untuk menjadi juara dunia. Sangat naif jika kita dengan mudah melupakan tahun-tahun saat dia menjuarai F2, F3, hingga kejuaraan karting Eropa secara berturut-turut. Kualitas itu masih ada dalam dirinya,” pungkas Wolff.