Di tengah badai sorotan publik usai ulasan viral dari influencer Dokter Detektif (Doktif), pihak produsen maklon pemanis Beeru Stevia, CV M3 OIL, akhirnya angkat bicara. Perusahaan manufaktur pangan tersebut memberikan penjelasan resmi melalui akun Instagram @cvm3oil.official pada Kamis (29/10/2026) untuk meluruskan polemik kandungan produk yang diproduksi dan dikemas oleh mereka.
Langkah mitigasi langsung diambil perusahaan menyusul kontroversi klaim “nol kalori” dan dugaan adanya pemanis buatan yang tidak tercantum dalam label.
Uji Mandiri dan Gandeng BPOM
Sebagai bentuk transparansi, CV M3 OIL menyatakan tengah menguji ulang mutu produknya dengan mengirimkan 150 botol sampel ke dua laboratorium independen yang telah terakreditasi.
Selain itu, pihak pabrik juga telah melayangkan permohonan tindak lanjut kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), termasuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi petugas untuk melakukan investigasi langsung ke fasilitas produksi.
Meski demikian, pihak pabrik melontarkan catatan kritis terkait sampel yang dibahas di media sosial. Menurut mereka, informasi pengujian yang beredar belum menyertakan detail asal tempat pembelian maupun nomor batch produksi yang valid.
“Oleh karena itu, keterkaitan sampel tersebut dengan produk yang kami produksi masih ditelusuri lebih lanjut,” tulis manajemen CV M3 OIL dalam pernyataan resminya, sembari menegaskan komitmen penuh untuk kooperatif dengan aparat berwenang.
Bantahan Pabrik: Klaim 0 Kalori Sesuai Aturan BPOM
Untuk membela integritas produknya, CV M3 OIL turut melampirkan hasil uji laboratorium yang diterbitkan oleh PT Saraswanti Indo Genetech pada 7 Januari 2026. Berdasarkan dokumen tersebut, tercatat kadar gula total sebesar 5,54%, sukrosa 5,03%, serta karbohidrat 46,67% dengan energi total mencapai 187,88 kkal per 100 gram.
Kendati angka karbohidrat tampak tinggi dalam skala besar, pihak pabrik menjelaskan bahwa perhitungan nilai gizi per sajian tetes memiliki porsi yang sangat kecil. Dengan asumsi densitas produk sebesar 1 gram per mililiter, kandungan energi untuk takaran saji 0,05 ml setara dengan 0,094 kkal.
Pihak produsen menegaskan bahwa angka tersebut sah untuk dibulatkan menjadi 0 kkal (nol kalori), merujuk pada regulasi resmi Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026.
Lebih lanjut, pabrik menjelaskan bahwa tidak semua jenis karbohidrat memiliki jalur pencernaan dan metabolisme yang sama di dalam tubuh. Senyawa steviol glikosida dari daun stevia, misalnya, akan diuraikan oleh mikrobiota di usus besar menjadi steviol, sehingga kandungan karbohidrat total tidak bisa serta-merta disamakan dengan gula murni yang mudah dicerna menjadi kalori instan.
Di sisi lain, manajemen utama pemilik merek Beeru Indonesia tetap memilih langkah konservatif dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas penjualan produk Beeru Stevia di pasaran.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moril sembari menunggu hasil verifikasi tuntas dari rangkaian uji laboratorium independen serta investigasi resmi yang tengah dilakukan oleh pihak BPOM.