Keberhasilan merobohkan dominasi Tiongkok di partai final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tak lantas membuat pebulu tangkis andalan Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri (27), cepat berpuas diri. Usai mengalungkan medali emas bergengsi tersebut, Fikri kini memantapkan pijakannya untuk membidik sasaran yang jauh lebih tinggi: Olimpiade.
Bagi Fikri, sukses mengibarkan bendera Merah Putih di panggung Asia justru menjadi batu loncatan awal untuk membuktikan kapasitasnya di ajang olahraga terbesar sedunia.
“Kami semua telah berjanji untuk terus berjuang mati-matian hingga Olimpiade mendatang dan memberikan hasil terbaik bagi bangsa Indonesia,” tegas Fikri saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Suntikan Motivasi dari Pertemuan Perdana dengan Presiden
Tekad Fikri untuk menembus batas kemampuan kian membara usai menghadiri penyerahan bonus dan berkesempatan bertatap muka langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga dan pertama kalinya bagi Fikri bertemu langsung dengan Kepala Negara.
Perhatian besar serta apresiasi nyata yang dikucurkan pemerintah dipandang Fikri sebagai bahan bakar moral yang amat berharga bagi seluruh skuad bulu tangkis Tanah Air.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas waktu, dukungan penuh, serta apresiasi bonus yang luar biasa bagi kami para atlet,” ungkapnya penuh haru.
Menebal Mental Persaingan dan Bakti untuk Orang Tua
Menatap persaingan ketat di level dunia, Fikri menyadari bahwa peta kekuatan bulu tangkis internasional menuntut ketahanan mental dan konsistensi tingkat tinggi. Gemblengan fisik serta dinamika kompetisi internal maupun eksternal di Asian Games dijadikan modal evaluasi berharga untuk mematangkan permainannya.
“Sejak keberangkatan hingga turun ke lapangan di Jepang, kami benar-benar dalam kondisi siap tempur,” ceritanya mengenang momen krusial saat menumbangkan tim kuat Tiongkok.
Namun di balik smash tajam dan perjuangan kerasnya di atas lapangan, Fikri menyimpan fondasi emosional yang sangat mendalam. Keinginan mulia untuk membahagiakan kedua orang tua serta menjaga kehormatan bangsa menjadi alasan utamanya untuk pantang menyerah.
“Motivasi terbesar yang paling dalam dari hati saya adalah untuk kedua orang tua di rumah. Semoga pencapaian ini bisa membuat mereka bangga, dan tentu saja untuk seluruh masyarakat Indonesia. Saat membawa nama negara, hasil yang bagus adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai,” tutur Fikri.
Kini, dengan dukungan penuh dari pemerintah yang mulai menggelar Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang sejak tahun ini, Fikri optimistis dapat terus meningkatkan performanya demi menjaga tradisi emas bulu tangkis Indonesia di panggung Olimpiade mendatang.