Kontingen Indonesia mengukir catatan sejarah yang sangat membanggakan pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Pasukan Merah Putih resmi menutup kompetisi olahraga disabilitas tingkat Asia ini dengan menempati peringkat ke-8 dari 45 negara peserta, sekaligus mengamankan posisi 10 besar sesuai target awal pemerintah.
Keberhasilan menembus papan atas Asia ini ditopang oleh perolehan medali yang melonjak dramatis. Secara keseluruhan, para atlet kebanggaan Nusantara berhasil membawa pulang 73 medali yang terdiri dari 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Capaian total 73 medali ini melonjak sekitar 2,28 kali lipat dari target awal yang semula hanya mematok 32 medali. Peningkatan paling spektakuler terjadi pada sektor medali emas, di mana Indonesia sukses mengamankan 15 emas—2,14 kali lipat dari target awal yang hanya 7 emas. Begitu pula pada sektor perak (21 dari target 8) dan perunggu (37 dari target 17).
Rincian Bonus Apresiasi Pemerintah
Atas prestasi luar biasa tersebut, Pemerintah memberikan apresiasi dalam bentuk bonus bernilai fantastis. Menpora Erick Thohir mengumumkan perincian nominal apresiasi yang disiapkan untuk para pejuang olahraga:
-
Kategori Perorangan (Emas): Rp3 Miliar
-
Kategori Ganda/Berpasangan (Emas): Rp2,4 Miliar per atlet
-
Kategori Beregu (Emas): Rp1,5 Miliar per atlet
“Atlet Para Games kita sukses mengibarkan bendera Merah Putih di tingkat Asia. Apresiasi langsung diberikan oleh Bapak Presiden. Ini hal yang luar biasa dan membuktikan bahwa stigma masa depan atlet itu suram sudah tidak benar lagi,” ujar Erick Thohir.
Pembinaan Berkelanjutan dan Persiapan Pelatnas
Menpora menambahkan bahwa Presiden menekankan pentingnya pembangunan karakter bangsa dan penciptaan lapangan kerja melalui olahraga, termasuk dorongan pembinaan berkelanjutan sejak tingkat sekolah. Total anggaran apresiasi yang disalurkan mencapai Rp158,3 miliar, dengan rincian Rp97,2 miliar khusus untuk ajang Asian Para Games serta Rp61,1 miliar untuk Asian Games, yang diperuntukkan bagi para atlet dan pelatih.
Ke depan, pemerintah akan langsung tancap gas mempersiapkan pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk cabang-cabang olahraga unggulan seperti angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, dan panahan. Pelatnas dipastikan mulai berjalan tahun ini demi menghadapi ajang Olimpiade dan Paralimpiade mendatang, tanpa harus menunggu enam bulan sebelum ajang dimulai.