Masa depan gelaran MotoGP Qatar yang dijadwalkan berlangsung pekan depan kini berada di ujung tanduk di tengah memanasnya konflik bersenjata di wilayah Teluk. Meski mayoritas pembalap menyuarakan penolakan keras untuk mengaspal di kawasan yang terancam perang, pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, mengisyaratkan bahwa pihak penyelenggara tampaknya tetap kukuh menggelar balapan tersebut.
Seri Qatar sendiri sejatinya merupakan laga penundaan dari jadwal semula pada April lalu akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang merembet ke kawasan sekitar.
Kekhawatiran insan MotoGP kini berlipat ganda. Selain isu keselamatan langsung di area sirkuit, potensi pecahnya perang terbuka dalam beberapa hari ke depan berisiko memicu penutupan ruang udara regional. Jika hal itu terjadi, seluruh anggota paddock berpotensi terjebak di Qatar dan mengancam keberlangsungan sisa musim kompetisi.
Pembalap Lebih Solid dari Sebelumnya
Gelombang penolakan dari para pembalap sejatinya telah digalang sejak pertemuan khusus di Australia. Saat itu, mereka melakukan pemungutan suara dan melayangkan tuntutan jaminan keselamatan kepada Bos MotoGP Group, Carlos Ezpeleta.
Pertemuan lanjutan kembali digelar pada Rabu di Kuala Lumpur, sementara Ezpeleta diterbangkan langsung ke Doha untuk berburu kepastian jaminan keamanan.
Meski keputusan resmi penentuan nasib balapan diprediksi rilis dalam waktu dekat, Alex Marquez menilai suara keras dari para pembalap belum tentu sanggup mengubah pendirian penyelenggara.
“Tidak ada yang tahu pastinya; saya pikir tidak ada yang berubah dan sepertinya Seri GP ini dikonfirmasi tetap berjalan,” ungkap Alex Marquez pada Kamis (29/10/2026), dikutip dari GPOne.
Meski demikian, Alex mengapresiasi kekompakan para rider yang kini jauh lebih solid dalam menyuarakan hak keselamatan mereka.
“Kami jauh lebih bersatu sekarang. Mungkin tidak penuh 22 pembalap, tetapi mayoritas dari kami memiliki pemikiran yang sama. Ini sinyal bagus untuk masa depan. Di usia saya yang 30 tahun, mungkin saya tidak mendapatkan manfaat langsung, tetapi ini berita bagus bagi para pembalap muda yang baru masuk ke MotoGP,” tambah Alex.
Sikap Licin Marc Marquez hingga Dilema Yamaha
Di sisi lain, reaksi beragam ditunjukkan oleh deretan pembalap papan atas lainnya. Bintang Ducati, Marc Marquez, memilih bungkam dan enggan membeberkan isi rapat tertutup para pembalap. Sementara itu, pembalap muda Pedro Acosta menyatakan pasrah dan menegaskan dirinya terikat kontrak untuk tetap membalap jika balapan mendapat lampu hijau.
Namun, kejutan datang dari pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins. Ia membocorkan bahwa pabrikan asal Jepang tersebut hingga saat ini masih sangat ragu untuk memberangkatkan personelnya ke Qatar.
“Sampai kemarin, Yamaha adalah satu-satunya pabrikan yang masih belum memutuskan apakah akan berangkat ke Qatar atau tidak,” tutur Rins.
Keraguan Yamaha terbilang beralasan mengingat pemerintah Jepang telah mengeluarkan imbauan travel agar warganya mengurungkan seluruh perjalanan non-esensial ke Qatar.
Posisinya sangat krusial, sebab jika pabrikan atau tim-tim besar sepakat mengukuti jejak Yamaha untuk menarik diri, hal ini diyakini akan menjadi pendorong utama yang memaksa penyelenggara batalkan ajang tersebut demi keselamatan bersama.