Tergiur tawaran finansial manis di tengah pencarian kerja, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Muhammad Taufiq (48) dilaporkan tewas dalam pertempuran pertamanya di garis depan perang Ukraina. Tragisnya, pria kelahiran Sorong yang sempat menetap di Surabaya tersebut langsung diterjunkan ke zone konflik intensif hanya berbekal pelatihan militer kilat selama sekitar 10 hari oleh Angkatan Bersenjata Rusia.
Informasi mengenai tewasnya Taufiq dibeberkan secara resmi oleh Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (HUR) pada Selasa (27/10/2026). HUR mengidentifikasi Taufiq sebagai salah satu bagian dari puluhan ribu tentara bayaran asing yang direkrut Moskow untuk memperkuat operasinya di wilayah pendudukan.
Sebelum tergiur tawaran bergabung dengan korps militer Rusia, Taufiq memiliki rekam jejak pekerjaan yang cukup beragam di tanah air dan luar negeri. Pria yang fasih berbahasa Inggris ini pernah berprofesi sebagai sopir taksi di Jakarta, manajer di sebuah perusahaan pertanian, hingga sempat mengecap pengalaman bekerja di Serikat Amerika.
Dari Daftar Riwayat Hidup ke Kontrak Senapan Mesin di Moskow
Niat Taufiq untuk mencari peluang kerja baru justru dimanfaatkan oleh tim perekrut militer Rusia yang melacak curriculum vitae (CV) miliknya di platform pencarian kerja. Terpikat oleh janji penghasilan bernilai fantastis, Taufiq memutuskan bertolak ke Moskow.
Pada 19 April 2026, ia meresmikan keputusannya dengan menandatangani kontrak dinas militer berdurasi satu tahun di Kota Korolyov, pinggiran Moskow. Taufiq langsung diplot mengisi posisi berisiko tinggi sebagai penembak senapan mesin (machine gunner).
Usai penandatanganan kontrak, ia dikirim ke fasilitas pelatihan militer di wilayah Voronezh. Namun, masa persiapan tempurnya berlangsung amat singkat.
“Taufiq hanya menjalani pelatihan fisik dan taktis militer sekitar satu setengah minggu sebelum langsung dikirim ke wilayah pendudukan di Ukraina pada awal Mei,” tulis pernyataan resmi HUR.
Gugur dalam Serbuan Pertama di Donetsk
Nasib naas menghampiri Taufiq tak lama setelah kakinya memijak medan tempur di Oblast Donetsk, Ukraina. Dalam pertempuran perdananya, unit pasukan Rusia yang diperkuat Taufiq mencoba merangsek maju dari permukiman Zelena Dolyna menuju wilayah Novoselivka dan Drobysheve.
Taufiq dilaporkan gugur dihantam serangan balasan pasukan Ukraina di tengah sengitnya manuver pertempuran tersebut, tak lama setelah ia dikerahkan ke garis depan.