AMBON – Kapendam XVPattimura, Kolonel Inf Heri Krisdianto menanggapi dugaan keterlibatan oknum TNI dalam aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul kritikan keras dari berbagai aktivis masyarakat dan mahasiswa yang mempertanyakan dugaan tersebut.
Heri Krisdianto menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan bukti yang kuat untuk menindaklanjuti informasi yang beredar.
“Kami tidak bisa menjawab secara langsung karena kami harus mengecek dan mengkroscek informasi tersebut di lapangan,” ujar Heri Krisdianto,
Heri Krisdianto juga menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan penjelasan lebih lengkap terkait masalah ini setelah melakukan pengecekan lapangan.
“Mungkin dalam waktu dekat kami akan memberikan penjelasan lebih lengkap dari apa yang kami dapatkan di lapangan. Kami butuh bukti apakah benar ada keterlibatan oknum TNI ataukah ada bahasa yang miring kemudian diviralkan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. “Percayakan penanganan masalah ini kepada pihak yang berwenang,” ujarnya,
Heri Krisdianto menegaskan bahwa TNI tidak akan mentolerir keterlibatan oknum dalam aktivitas ilegal.
“Kami akan menindak tegas jika memang ada oknum TNI yang terbukti terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut,” tegasnya
Sementara itu, dugaan keterlibatan oknum TNI dalam penambangan emas ilegal ini pertama kali mencuat setelah sejumlah aktivis menggelar konferensi pers pada Kamis, 30 Januari 2025, di Gong Perdamaian, Kota Ambon.