JAKARTA – Pelatih AC Milan, Sergio Conceicao, mengakui kekalahan timnya dari Feyenoord sebagai kegagalan yang nyata, meski insiden kartu merah Theo Hernandez mengubah jalannya pertandingan. Conceicao bertanggung jawab penuh atas tersingkirnya Rossoneri dari Liga Champions setelah hasil imbang 1-1 pada leg kedua playoff, yang membuat Milan kalah agregat 1-2.
Pertandingan yang digelar di San Siro pada Rabu (19/2/2025) dini hari WIB itu dimulai dengan cepat, ketika Santiago Gimenez mencetak gol ke gawang mantan timnya hanya 60 detik setelah pertandingan dimulai. Namun, segalanya berubah di awal babak kedua, ketika wasit Szymon Marciniak memberikan kartu kuning kedua kepada Theo Hernandez atas dugaan diving, yang berujung pada kartu merah.
Conceicao menyebut keputusan wasit sebagai faktor yang mengubah jalannya pertandingan, meski dia juga menegaskan bahwa timnya seharusnya bisa lebih kuat secara mental, mengingat mereka tampil dominan sepanjang laga.
“Pertandingan ini menunjukkan bahwa kami lebih unggul, tetapi momen-momen krusial yang menentukan akhirnya membuat perbedaan,” ujar Conceicao seperti dilansir Football Italia.
“Memang bisa dibilang wasit terlalu keras, tetapi kami harus lebih kuat dalam menghadapi tekanan. Saya yang bertanggung jawab, bukan Theo. Kami sangat marah. Sebelum kartu merah Theo, Feyenoord tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menembus pertahanan kami. Kami sangat kecewa dan marah,” tambahnya.