LONDON — Tottenham Hotspur mulai merapikan skuad setelah mencapai kesepakatan untuk melepas Manor Solomon ke West Ham United.
Transfer Solomon dilaporkan bernilai awal £5 juta atau sekitar Rp118,2 miliar, dengan tambahan bonus hingga £2 juta atau sekitar Rp47,3 miliar.
Jika seluruh bonus terealisasi, total nilai transfer dapat mencapai sekitar £7 juta atau Rp165,5 miliar berdasarkan kurs £1 sekitar Rp23.637.
Kepergian Solomon menjadi bagian dari upaya Tottenham mengurangi pemain yang tidak masuk rencana jangka panjang Roberto De Zerbi.
Langkah tersebut juga membuka ruang finansial melalui penghematan gaji serta pemasukan transfer untuk memperkuat sejumlah posisi.
Mengutip laporan Hotspur HQ, Senin, setelah Solomon, tiga nama lain dinilai layak masuk daftar pemain yang dapat dilepas Tottenham pada bursa transfer.
Cristian Romero
Cristian Romero tetap memiliki reputasi sebagai bek tengah berkualitas dan pernah menjadi bagian penting timnas Argentina.
Namun, performanya bersama Tottenham menjadi sorotan sehingga masa depannya di London Utara kembali dipertanyakan.
Tottenham dapat mempertimbangkan penjualan Romero apabila tawaran yang sesuai datang pada periode transfer kali ini.
Jika dilepas, Spurs harus memastikan kepergian bek asal Argentina tersebut tidak menciptakan lubang besar di lini pertahanan.
Pape Matar Sarr
Pape Matar Sarr merupakan gelandang pekerja keras yang masih memiliki potensi untuk berkembang di level tertinggi.
Meski demikian, persaingan lini tengah Tottenham membuat posisinya berpotensi semakin sulit dalam proyek baru De Zerbi.
Karakter permainan Sarr juga perlu disesuaikan dengan tuntutan penguasaan bola dan progresi serangan yang menjadi bagian penting filosofi De Zerbi.
Karena itu, Tottenham dapat membuka opsi penjualan apabila ada klub yang bersedia memberikan nilai transfer menarik.
Guglielmo Vicario
Guglielmo Vicario juga menjadi salah satu pemain yang masa depannya patut diperhatikan setelah persaingan posisi penjaga gawang berubah.
Kehadiran Antonin Kinsky membuat Tottenham memiliki alternatif baru untuk posisi nomor satu di bawah mistar.
Vicario sebelumnya tampil impresif di Serie A sebelum mendapatkan kesempatan menjadi penjaga gawang utama Tottenham.
Namun, konsistensi performanya kemudian menjadi bahan evaluasi sehingga Spurs perlu menentukan apakah ia masih sesuai dengan proyek baru klub.
Perombakan Tottenham
Keputusan menjual Solomon menunjukkan Tottenham tidak hanya berfokus mendatangkan pemain baru, tetapi juga memangkas skuad secara agresif.
Strategi tersebut penting agar De Zerbi memiliki ruang untuk membentuk tim sesuai karakter permainan yang diinginkannya.
Tottenham kini dituntut menemukan keseimbangan antara pemasukan dari penjualan pemain dan kebutuhan memperkuat skuad.
Nama Romero, Sarr, dan Vicario menjadi tiga pemain yang menarik untuk dipantau apabila Spurs kembali bergerak di pasar transfer.
Perombakan tersebut pada akhirnya akan menentukan seberapa cepat Tottenham beradaptasi dengan proyek baru dan target kompetitif mereka.***


