JAKARTA – Arsenal dan Manchester United kembali dikaitkan dengan Pio Esposito, tetapi langkah mereka disebut datang ketika striker muda Italia itu sudah semakin dekat memperpanjang kontraknya bersama Inter Milan.
Perburuan penyerang Arsenal memasuki fase genting setelah sejumlah target utama gagal diamankan pada bursa transfer musim panas 2026.
Nama Pio Esposito kemudian muncul sebagai salah satu opsi yang sempat dipantau Arsenal dan Manchester United untuk memperkuat lini depan mereka.
Namun, peluang kedua klub Premier League tersebut mendapatkan Esposito kini semakin kecil karena Inter Milan telah bergerak lebih cepat mengamankan masa depan sang striker.
Laporan yang dikutip dari CaughtOffside menyebut Arsenal dan Manchester United kembali melakukan pendekatan untuk mengetahui situasi Esposito.
Respons yang diterima kedua klub disebut cukup tegas karena Esposito sudah berada di ambang kesepakatan baru dengan Inter.
Dengan demikian, transfer Esposito ke Premier League kemungkinan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Striker berusia 21 tahun tersebut dikabarkan tengah menyelesaikan proses formalitas kontrak baru bersama Nerazzurri.
Mengutip laporan Goal, Senin, kesepakatan itu disebut akan membuat Esposito tetap berada di Giuseppe Meazza hingga 2031.
Kontrak baru tersebut juga diperkirakan memberikan peningkatan gaji signifikan dibandingkan kesepakatan yang ditandatangani Esposito pada April 2025.
Langkah Inter menunjukkan besarnya kepercayaan klub terhadap perkembangan Esposito sekaligus keinginan mempertahankannya sebagai bagian penting proyek jangka panjang.
Menurut laporan yang beredar, Esposito bahkan disebut mendapatkan kontrak baru dengan nilai sekitar €3 juta bersih per musim.
Inter juga disebut tidak ingin melepas pemain muda tersebut meski minat dari klub-klub Inggris terus berkembang.
Bagi Arsenal, kabar tersebut menjadi tambahan persoalan setelah mereka kehilangan Morgan Rogers yang akhirnya memilih bergabung dengan Chelsea.
Chelsea menuntaskan transfer Rogers dari Aston Villa dengan nilai £117 juta atau sekitar Rp2,6 triliun menggunakan kurs indikatif £1 sekitar Rp22.000.
Rogers menjadi pemain Inggris termahal setelah Chelsea bergerak lebih cepat daripada Arsenal dalam menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Arsenal sebelumnya memang sempat berada di posisi kuat dalam perburuan Rogers, tetapi negosiasi tidak berujung pada kesepakatan karena perbedaan valuasi.
Kegagalan mendapatkan Rogers membuat Arsenal harus kembali menyusun strategi untuk menambah opsi ofensif sebelum jendela transfer musim panas ditutup.
Vinicius Junior juga menjadi nama besar yang dikaitkan dengan Arsenal setelah klub London tersebut mencari tambahan berkualitas di sektor sayap.
Arsenal sebelumnya telah melakukan pendekatan terhadap Vinicius, tetapi masa depan pemain Brasil itu bersama Real Madrid masih menjadi faktor penghambat.
Selain Vinicius, Julián Alvarez dan Bradley Barcola menjadi dua nama yang kembali masuk dalam pembicaraan mengenai target ofensif Arsenal.
Situasi Alvarez tergolong rumit karena Atletico Madrid telah menunjukkan keengganan melepas penyerang Argentina tersebut dengan mudah.
Atletico bahkan pernah menolak tawaran €150 juta dari Real Madrid untuk Alvarez, yang menunjukkan betapa tingginya valuasi klub terhadap pemain tersebut.
Alvarez juga memiliki keterikatan kontrak dengan Atletico hingga 2030 sehingga klub memiliki posisi tawar yang sangat kuat dalam setiap pembicaraan transfer.
Di sisi lain, hubungan Alvarez dengan Barcelona juga menjadi bagian penting dari dinamika transfer karena keinginan pemain dapat memengaruhi pilihan akhirnya.
Bagi Arsenal, mendatangkan Alvarez bukan hanya persoalan biaya transfer, tetapi juga meyakinkan sang pemain terhadap proyek olahraga yang ditawarkan Mikel Arteta.
Sementara itu, persaingan mendapatkan Barcola juga semakin menarik karena Liverpool disebut berada dalam posisi yang lebih menguntungkan.
Barcola menjadi salah satu kandidat utama Liverpool untuk memperkuat sektor sayap setelah klub Merseyside tersebut kehilangan sejumlah opsi ofensif penting.
Liverpool bahkan dilaporkan telah mempersiapkan tawaran awal untuk Barcola setelah melakukan komunikasi dengan perwakilan pemain Paris Saint-Germain tersebut.
PSG sendiri disebut memasang valuasi sekitar £145 juta atau sekitar Rp3,2 triliun untuk Barcola berdasarkan kurs indikatif yang sama.
Arsenal tetap memiliki peluang karena bursa transfer dapat berubah secara cepat ketika klub-klub mulai memasuki tahap akhir negosiasi.
Namun, kondisi terkini menunjukkan Arsenal menghadapi persaingan berat untuk mendapatkan pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan Arteta.
Kegagalan mendapatkan Rogers, ketidakpastian Vinicius, rumitnya situasi Alvarez, serta posisi Liverpool dalam perburuan Barcola membuat pilihan Arsenal semakin terbatas.
Esposito sebenarnya dapat menjadi alternatif menarik karena usianya masih muda dan potensinya terus berkembang di level tinggi.
Namun, Inter kini berada di posisi terdepan untuk mempertahankan penyerang Italia tersebut hingga 2031.
Ketertarikan Arsenal dan Manchester United terhadap Esposito pada akhirnya berpotensi hanya menjadi cerita tentang peluang yang datang terlambat.
Bagi Arsenal, situasi tersebut mempertegas tekanan untuk segera menemukan target baru sebelum bursa transfer memasuki tahap penutupan.
Arteta membutuhkan tambahan daya gedor agar kedalaman lini depan Arsenal tetap kompetitif menghadapi tuntutan musim baru.
Dengan waktu yang terus berjalan, setiap keputusan Arsenal kini menjadi semakin penting karena ruang untuk melakukan kesalahan semakin kecil.***


