JAKARTA – Baru-baru ini, sosial media sedang dihebohkan dengan video mengharukan di mana seorang tawanan Israel terlihat mencium kepala seorang pejuang Hamas saat ia dan dua orang lainnya diserahkan ke Palang Merah dalam upacara penyerahan resmi di Gaza bagian tengah, pada Sabtu (22/2).
Pembebasan ini merupakan bagian dari tahap ketujuh pertukaran sandera-tahanan antara Hamas dan Israel. Pada hari yang sama, enam sandera Israel dijadwalkan dibebaskan sebagai imbalan atas pelepasan 602 tahanan Palestina.
Sebelumnya, dua sandera Israel telah dibebaskan di Rafah, Gaza Selatan. Pada sesi kedua pembebasan sandera, Hamas menyerahkan Omer Shem Tov, Omer Wenkert, dan Eliya Cohen.
Dalam prosesi itu, Shem Tov terlihat mencium kening dua anggota Hamas di atas panggung serta meniupkan ciuman kepada penonton, sementara Cohen berbincang dengan seorang pejuang Hamas.
Hamas juga telah membebaskan dua sandera lainnya di Rafah sebelum pembebasan tiga sandera di Nuseirat. Salah satunya adalah tentara Israel Avera Mengistu, yang telah ditawan di Gaza selama 11 tahun.
Selain itu, tentara Israel Tal Shoham dibebaskan setelah 505 hari dalam tahanan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran.
Mengistu, yang disandera sejak 2014 setelah menyeberang ke Gaza, tampil untuk pertama kalinya di depan publik dengan mengenakan pakaian olahraga abu-abu.
Sementara itu, Shoham, yang diculik dari Kibbutz Be’eri pada 7 Oktober 2023, terlihat mengenakan pakaian olahraga merah, hitam, dan abu-abu saat memegang dokumen pembebasannya di atas panggung.
Mengistu dan Hisham Al Sayed, sandera lainnya yang dibebaskan hari itu, telah ditawan selama satu dekade, dengan keluarga mereka tidak mengetahui kondisi mereka selama bertahun-tahun. Keduanya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan mental dan ditangkap Hamas setelah menyeberang ke Gaza.
Empat sandera Israel lainnya, termasuk Al Sayed, dijadwalkan dibebaskan kemudian sebagai bagian dari pertukaran dengan 602 tahanan Palestina, yang namanya belum diungkapkan.