Keutamaan sahur telah dijelaskan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Sahur bukan sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga ibadah yang penuh berkah dan berpahala.
Bahkan, dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tetap bersahur, meskipun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma.
Sahur juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan, karena membantu tubuh tetap kuat menjalani puasa dari pagi hingga petang.
Meskipun para ulama telah sepakat bahwa makan sahur bersifat sunnah, atau tidak wajib, tetapi praktiknya sangat dianjurkan bagi orang yang akan berpuasa.
Dengan begitu, sahur tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga menjadi bentuk ketaatan kepada anjuran Nabi SAW.
Keutamaan Sahur di Bulan Ramadan
Sahur bukan sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW.
Keutamaan sahur mencakup keberkahan, doa malaikat, hingga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan ahli kitab.
Berikut adalah beberapa keutamaan sahur yang tidak boleh dilewatkan:
1. Sahur Membawa Keberkahan
Rasulullah SAW menegaskan bahwa dalam sahur terdapat keberkahan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Anas bin Malik RA, yang menyampaikan bahwa Nabi SAW bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR Bukhari)
2. Malaikat Mendoakan Orang yang Bersahur
Salah satu keutamaan sahur lainnya adalah mendapatkan doa dari Allah SWT dan para malaikat. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang bersahur, walaupun hanya dengan seteguk air, akan mendapatkan salawat dari malaikat.
السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
“Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersholawat atas orang-orang yang sahur.” (HR Ahmad)
3. Pembeda antara Puasa Umat Islam dan Ahli Kitab
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Amr bin ‘Ash RA, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sahur menjadi tanda pembeda antara puasa umat Islam dan puasa ahli kitab.
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
“Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)
4. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Sahur juga menjadi waktu yang penuh keberkahan karena berada di sepertiga malam terakhir, saat Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya.
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).