KEPULAUAN RIAU – TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan kewaspadaannya dalam menjaga perairan Indonesia. Pangkalan TNI AL (Lanal) Tarempa berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 223 bal rokok ilegal senilai Rp1,7 miliar di perairan Tarempa, Kepulauan Riau.
Komandan Lanal Tarempa, Letkol Laut (P) Ari Sukmana, dalam konferensi pers di Mako Lanal Tarempa, Rabu (5/3), mengungkapkan bahwa upaya penyelundupan tersebut dilakukan dengan menggunakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahtera Nusantara 01 yang berlayar dari Pulau Bintan menuju Matak, Kepulauan Riau.
Pengungkapan ini berawal dari informasi yang diterima tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tarempa saat berpatroli di sekitar perairan Tarempa.
Mendapat laporan adanya barang ilegal di kapal tersebut, Lanal Tarempa langsung mengerahkan dua unit kapal, KAL Ambulance 1-4-59 dan RHIB Trimaran, untuk melakukan pengejaran.
Tim F1QR berhasil menghentikan KMP Bahtera Nusantara 01 dan melakukan pemeriksaan.
Saat penggeledahan, ditemukan 223 bal rokok ilegal berbagai merek yang dikemas dan disembunyikan di geladak kapal. Namun, tidak ditemukan pihak yang mengaku sebagai pemilik barang tersebut.
Selanjutnya, kapal diperintahkan untuk melanjutkan pelayaran ke Dermaga Roro Palmatak dengan pengawalan dari Lanal Tarempa.
Barang bukti kemudian dipindahkan ke KAL Ambulance 1-4-59 untuk dibawa ke Mako Lanal Tarempa guna pemeriksaan lebih lanjut.
Danlanal Tarempa menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi yang baik antarinstansi, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, sebagai bentuk implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan penyelundupan yang dapat merugikan perekonomian nasional.
“Kita bersama-sama Kepala Daerah, dalam hal ini Pak Bupati, serta instansi terkait lainnya, untuk melaksanakan pengamanan di Kepulauan Anambas,” ujar Danlanal.
Keberhasilan ini juga sejalan dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan pengamanan di wilayah laut Indonesia untuk mencegah berbagai ancaman.