JAKARTA – Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus.
Ucapan duka tersebut disampaikan langsung oleh Dahnil dengan menyambangi Kedutaan Besar (Kedubes) Vatikan di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.
Kedatangan Dahnil disambut langsung oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, c.
Dalam pertemuan tersebut, Dahnil menyampaikan penghormatan dan rasa duka atas wafatnya Paus yang selama ini dikenal sebagai tokoh kemanusiaan dan simbol semangat keberagaman dunia.
“Paus Fransiskus bukan hanya pemimpin umat Katolik, tapi juga simbol perjuangan kemanusiaan, keadilan sosial, dan perdamaian dunia. Kehadirannya menyuarakan nilai-nilai keharmonisan lintas iman dan bangsa,” ujar Dahnil.

Dahnil juga berkesempatan menuliskan ucapan belasungkawa dalam buku duka resmi yang disediakan oleh Kedutaan Vatikan.
Dalam tulisannya, Dahnil mengenang pesan-pesan moral yang disampaikan Paus Fransiskus, terutama dalam hal keadilan sosial dan antikorupsi.
“Paus pernah menyampaikan dengan tajam bahwa para koruptor memakan dari uang rakyat yang sedang tertidur di gubuk-gubuk derita.”
“Ini bukan sekadar kritik, tapi renungan dalam-dalam yang harus kita jadikan cermin dalam upaya pemberantasan korupsi di tanah air,” tegas Dahnil.
Dahnil juga mengenang kesan mendalam yang dirasakan umat Islam atas keberpihakan Paus Fransiskus terhadap rakyat Palestina.
Menurutnya, pesan-pesan Paus yang menentang segala bentuk penindasan terhadap rakyat Palestina telah mempertegas simbolisasi gerakan kemanusiaan yang sangat luhur yang dihadirkan oleh beliau.
“Ketegasan beliau dalam membela Palestina menjadi napas perjuangan kemanusiaan yang tak lekang oleh waktu. Ini meninggalkan jejak yang mendalam bagi umat Islam dan seluruh pencinta keadilan,” ujar Dahnil.
Kunjungan dan pernyataan Dahnil ini merupakan bentuk solidaritas dan penghormatan atas wafatnya tokoh dunia yang dikenal moderat dan penuh kasih terhadap sesama umat manusia, tanpa membedakan latar belakang agama maupun bangsa.***