Dunia menyambut terpilihnya Paus baru setelah cerobong asap Kapel Sistina mengepulkan asap putih pada Kamis malam waktu setempat, menandakan berakhirnya konklaf dan lahirnya pemimpin baru Gereja Katolik. Momen bersejarah ini dipantau langsung melalui siaran resmi Vatican News dan disambut penuh harap oleh umat Katolik di seluruh dunia.
Asap putih yang membumbung dari cerobong menandakan bahwa para kardinal elektoral telah mencapai kesepakatan dalam pemungutan suara, memilih pengganti mendiang Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu akibat henti jantung dan stroke. Setelah terpilih, Paus baru dibawa ke sebuah ruangan kecil di sebelah Kapel Sistina, untuk mengenakan jubah putih kebesarannya, sebelum nantinya tampil untuk pertama kalinya di balkon Basilika Santo Petrus, menyapa umat dari seluruh penjuru dunia.
Konklaf sendiri berlangsung tertutup, dengan seluruh kardinal pengambil suara disumpah menjaga kerahasiaan dan diisolasi untuk menghindari segala bentuk intervensi. Sesuai tradisi, konklaf digelar 15 hingga 20 hari setelah wafatnya Paus yang menjabat. Kini, dunia menanti dengan penuh harap siapa sosok yang akan memimpin Gereja Katolik ke babak baru.