JAKARTA – Cristiano Ronaldo kembali menjadi bahan pembicaraan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya gagal memaksimalkan peluang emas dalam laga uji coba Portugal menjelang Piala Dunia 2026 tersebar luas di media sosial.
Momen tersebut terjadi ketika Portugal mengalahkan Chile dengan skor 2-1 dalam pertandingan persiapan yang berlangsung di Lisbon pada akhir pekan lalu.
Dalam tayangan yang viral, Ronaldo berhasil melepaskan diri dari kawalan lawan dan menyambut sepak pojok dengan posisi ideal di depan gawang.
Namun, sundulan pemain berusia 41 tahun itu justru melambung jauh di atas mistar sehingga memicu beragam reaksi dari penggemar sepak bola dunia.
Insiden tersebut kembali memunculkan perdebatan yang telah lama berkembang di Portugal mengenai seberapa besar kontribusi Ronaldo masih dibutuhkan saat dirinya bersiap tampil pada Piala Dunia keenam sepanjang kariernya.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, tetap memberikan dukungan penuh kepada sang kapten.
Menurut Martinez, Ronaldo masih berada pada level kompetitif yang tinggi dan layak mendapatkan tempat di tim berdasarkan performa terkini, bukan sekadar karena reputasi masa lalu.
“Dia masih bermain di level yang sangat tinggi,” ujar Martinez mengenai penyerang veteran tersebut seperti dilansir The Mirror US, Rabu.
Data statistik juga mendukung pernyataan sang pelatih.
Ronaldo tercatat mengoleksi 25 gol dari 31 penampilan terakhir bersama Timnas Portugal, sebuah catatan yang menunjukkan ketajamannya belum sepenuhnya hilang.
Mantan kiper Portugal, Ricardo, yang menjadi saksi debut internasional Ronaldo pada 2003, juga menilai kondisi fisik mantan bintang Manchester United dan Real Madrid itu masih sangat baik.
“Kalau dulu dia berlari 200 kilometer per jam, sekarang mungkin 195 kilometer per jam,” kata Ricardo, menggambarkan penurunan performa yang dinilainya tidak terlalu signifikan.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai Portugal terkadang tampil lebih efektif tanpa kehadiran Ronaldo di lapangan.
Dua kemenangan terbesar Portugal di era Roberto Martinez, yakni saat menghancurkan Luksemburg 9-0 dan Armenia 9-1, tercatat diraih ketika Ronaldo tidak bermain.
Dalam laga melawan Chile, Ronaldo hanya tampil selama babak pertama sebelum digantikan Goncalo Guedes saat turun minum.
Guedes kemudian membuka keunggulan Portugal sebelum Bruno Fernandes memastikan kemenangan melalui gol kedua pada menit ke-75.
Pertandingan tersebut juga diwarnai insiden panas menjelang jeda.
Rafael Leao menerima kartu merah langsung setelah terlibat keributan dan memukul pemain bertahan Chile, yang juga mendapat hukuman serupa dari wasit.
Di luar lapangan, pengaruh Ronaldo terhadap sepak bola Portugal dinilai jauh melampaui kontribusinya sebagai pemain.
Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Pedro Proenca, sebelumnya mengakui bahwa citra komersial federasi kini memiliki keterkaitan kuat dengan popularitas Ronaldo di tingkat global.
Hubungan tersebut sempat menjadi perhatian setelah federasi menjalin kerja sama dengan perusahaan pemulihan fisik yang dimiliki Ronaldo pada Februari lalu.
Meski mendapat sorotan, federasi menegaskan tidak terdapat konflik kepentingan dan Ronaldo tidak terlibat dalam proses negosiasi kerja sama tersebut.
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen bersejarah bagi Ronaldo.
Ia akan bergabung dengan Lionel Messi dan Guillermo Ochoa sebagai pemain yang mampu tampil dalam enam edisi Piala Dunia.
Ronaldo juga hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk menyamai rekor legenda Portugal, Eusebio, yang mengoleksi sembilan gol di ajang Piala Dunia.
Meski telah meraih hampir seluruh gelar bergengsi sepanjang kariernya, trofi Piala Dunia masih menjadi impian terbesar yang belum berhasil diwujudkan oleh Ronaldo.
Prestasi terbaik Portugal dalam beberapa edisi terakhir terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar ketika mencapai babak perempat final.
Saat itu Ronaldo kehilangan tempat sebagai starter pada fase gugur dan mengakhiri turnamen dengan kekecewaan mendalam.
Portugal dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo pada 17 Juni di Houston, Amerika Serikat.
Seluruh perhatian kini tertuju pada Ronaldo untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda di panggung sepak bola terbesar dunia.***