BRUSSELS – Dalam momentum penutup kunjungan kenegaraan ke Belgia, Presiden Prabowo Subianto menjalani pertemuan khusus dengan Raja Belgia, Philippe Leopold Louis Marie, di kediaman resmi kerajaan, Istana Laeken, pada Minggu (13/7).
Pertemuan ini menjadi momen simbolik yang memperkuat relasi diplomatik Indonesia-Belgia menjelang babak baru kerja sama internasional.
Presiden Prabowo tiba di Istana Laeken pada sore hari waktu setempat dan disambut secara langsung oleh Raja Philippe di pintu utama istana yang dikenal sebagai simbol sejarah monarki Belgia.
Usai saling menyapa, keduanya mengabadikan pertemuan dalam sesi foto bersama di aula utama bangunan yang megah tersebut.
“Yang Mulia, terima kasih,” ucap Prabowo sembari menjabat tangan Raja Philippe.
“Senang bertemu dengan Anda,” balas Raja Philippe dengan senyum hangat.
Dalam suasana yang penuh keakraban, kedua kepala negara melanjutkan ke ruang pertemuan untuk melakukan diskusi tertutup.
Agenda pertemuan ini mencakup isu-isu strategis bilateral, seperti potensi kerja sama pertahanan, transisi energi, dan perdagangan antara Indonesia dan Kerajaan Belgia.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ini adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Duta Besar RI untuk Belgia, Andri Hadi.
Keduanya mencatatkan komitmen kuat terhadap penguatan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa, khususnya Belgia sebagai mitra penting di kawasan tersebut.
Pertemuan di Istana Laeken menjadi penutup dari seluruh rangkaian kunjungan Prabowo di Brussel.
Setelah audiensi dengan Raja Philippe, Presiden Indonesia ke-8 tersebut langsung bertolak menuju Bandara Internasional Brussel, dengan pengawalan kehormatan dari pihak kerajaan.
Presiden Prabowo kemudian melanjutkan perjalanan kenegaraannya ke Paris, Prancis, guna memenuhi undangan sebagai tamu kehormatan dalam peringatan nasional Bastille Day pada Senin (14/7).
Keterlibatannya dalam acara tersebut menandai penghormatan Prancis terhadap peran strategis Indonesia dalam tatanan geopolitik global.
Sebelumnya, dalam lawatannya di Brussel, Prabowo telah melakukan pertemuan penting dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen serta Presiden Dewan Eropa Antonio Costa.
Pembicaraan yang berlangsung saat itu menekankan urgensi penyelesaian Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), sebagai jalan menuju penguatan ekonomi hijau dan rantai pasok yang adil antara kedua kawasan.
Langkah-langkah diplomatik Presiden Prabowo selama di Eropa menjadi refleksi komitmen Indonesia untuk memperluas pengaruh dan kerja sama internasional yang lebih berkeadilan dan saling menguntungkan.***