JAKARTA – Venezuela tengah berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan ratusan orang yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan setelah dua gempa bumi besar mengguncang wilayah utara negara itu. Sedikitnya 235 orang tewas dan lebih dari 4.300 lainnya terluka, sementara jumlah korban jiwa diperkirakan terus bertambah.
Bandara internasional Simón Bolívar di Caracas mengalami kerusakan parah akibat gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 yang terjadi dalam waktu kurang dari 40 detik. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa 72 jam pertama pascabencana adalah “periode emas” untuk operasi penyelamatan. “Ada banyak bangunan yang runtuh, jadi mereka akan membutuhkan banyak bantuan dalam hal penggalian,” ujarnya, dilansir Reuters, Jumat (26/6/2026).
Wilayah pesisir La Guaira, Catia La Mar, dan Caraballeda dilaporkan mengalami kerusakan terparah, dengan gedung-gedung tinggi rata dengan tanah dan keluarga berusaha mencari kerabat yang hilang. Penjabat presiden Delcy Rodríguez menetapkan La Guaira sebagai zona bencana.
Caracas juga mengalami kerusakan signifikan, dengan bangunan runtuh di Altamira dan Los Palos Grandes. Hingga Kamis malam, jumlah korban tewas resmi mencapai 235, sementara 157 orang masih dilaporkan hilang.
Tom Fletcher, kepala badan kemanusiaan PBB OCHA, menegaskan kesiapan penuh komunitas internasional. “Kami akan mengerahkan banyak orang, kami akan meningkatkan solidaritas dan, yang terpenting, kami akan meningkatkan dukungan pencarian dan penyelamatan… Sekaranglah waktunya untuk bertindak,” katanya.
Operasi penyelamatan kini berpacu melawan waktu, dengan harapan menemukan korban selamat di tengah reruntuhan.