Ekspresi dan laku budaya perlu ditampilkan sebagai modal sosial (social capital) dan modal budaya (cultural capital). Keduanya dianggap penting karena dapat menjadi alat untuk melakukan rekonsiliasi ketika terjadi konflik di tengah masyarakat.
Komisi Kebudayaan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon, serta Institut Agama Kristen Negeri Ambon, mengangkat tema βMendayagunakan Ekspresi dan Laku Budaya untuk Solidaritas Sosial dan Demokrasi.β
Tragedi konflik yang pernah terjadi di Maluku, dengan dampak kerusakan yang luar biasa, kini justru menjadi success story dalam proses bina damai. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia.
Caption | Admin: Farraa