JAKARTA – Tim Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laporannya hari ini, Selasa (18/2), mengungkapkan bahwa situasi bencana alam di beberapa wilayah Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), telah surut, dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut perlahan kembali normal.
Sebelumnya, akibat banjir Kalsel sekitar 24.938 jiwa terdampak oleh banjir yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan kiriman air dari daerah hulu.
Di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, meski banjir mulai berkurang, beberapa daerah seperti Desa Dadibou di Kecamatan Woha masih terendam banjir dengan ketinggian air antara 20 hingga 60 sentimeter.
Lalu Desa Hidrasa di Kecamatan Lampu pun mengalami genangan yang mencapai 20 hingga 200 sentimeter.
Namun, di sisi lain, Provinsi Riau menghadapi situasi yang berbeda.
Lahan seluas sekitar 65 hektar terbakar, dan luas area kebakaran terus meluas. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, Tagana, TNI, dan Polri tengah berjuang memadamkan api agar dampak kebakaran tidak semakin meluas.
Perubahan cuaca dan pergantian musim yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia perlu menjadi perhatian serius.
Sementara beberapa wilayah masih menghadapi cuaca ekstrem, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga mulai muncul.
Oleh karena itu, upaya mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan, serta peringatan dini sangat penting untuk meminimalisir potensi bencana.
Kerjasama antara pemerintah, lembaga terkait, dunia usaha, media massa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketangguhan dalam menghadapi ancaman bencana alam.***