JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengembangan Kios Pangan sebagai strategi menjaga pasokan sekaligus menstabilkan harga pangan nasional.
Program ini diarahkan agar masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah dinamika pasar.
Bapanas menilai Kios Pangan mampu memangkas rantai distribusi sehingga harga pangan menjadi lebih efisien dari produsen hingga konsumen.
Skema tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan inflasi pangan di berbagai daerah.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan Kios Pangan lahir melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha pangan.
“Pemerintah bersama pelaku usaha pangan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang wajar.”
“Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir ataupun panik akibat isu-isu di media sosial terkait kenaikan harga pangan,” ungkap Maino dalam keterangan tertulis, Jumat.
Menurut Bapanas, keberadaan Kios Pangan bukan hanya memperluas akses pangan, tetapi juga menjaga kestabilan distribusi komoditas strategis.
Hingga akhir 2025, tercatat 1.737 Kios Pangan telah beroperasi di 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2026, jumlah tersebut terus diperluas agar lebih banyak masyarakat memperoleh pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
Salah satu contoh penerapan program berada di Kelurahan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.
Kios tersebut menyediakan beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, telur, daging ayam, daging sapi, hingga aneka sayuran.
Seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar atau mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Antusiasme warga terlihat dalam Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Cilodong pada 8 Juli dan Kecamatan Madang pada 9 Juli 2026.
Seluruh stok pangan yang dibawa Kios Pangan Cipayung habis terjual selama dua kegiatan tersebut berlangsung.
Komoditas yang paling banyak dibeli meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, tepung, daging ayam, daging sapi, serta sayuran.
Nilai transaksi selama dua pelaksanaan Gerakan Pangan Murah mencapai sekitar Rp30 juta.
Penjaga Kios Pangan Cipayung, Dian, menyebut tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap pangan murah masih besar.
Dalam operasional rutin, Kios Pangan Cipayung menyalurkan sekitar lima ton bahan pangan setiap bulan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, saat GPM di Kecamatan Madang seluruh barang yang kami bawa habis terjual.”
“Masyarakat sangat antusias karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau. Program Kios Pangan juga membuat usaha kami semakin berkembang sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil,” ungkap Dian.
Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh pihak menjaga pasokan dan harga pangan.
Ia menegaskan stok berbagai komoditas strategis nasional masih berada dalam kondisi aman.
“Yang nomor satu adalah stabilisasi pasokan dan harga. Jadi sekarang ini beras kita aman, jagung aman, gula konsumsi aman, bawang aman, telur, daging, ini semua aman. Sekarang tinggal bagaimana menjaga stabilisasi harga,” terang Amran.
Bapanas memastikan pengembangan Kios Pangan akan terus diperluas melalui sinergi pemerintah daerah, BUMN pangan, koperasi, dan pelaku usaha.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga harga tetap stabil bagi masyarakat di seluruh Indonesia.***