JAKARTA β Pemimpin klasemen MotoGP 2026, Marco Bezzecchi, menanggapi dengan tenang meski tidak diundang ke podium konferensi pers pembukaan Grand Prix Prancis.
Dua pembalap tuan rumah, Fabio Quartararo dan Johann Zarco, mendominasi panggung utama.
Seperti biasa, penampilan Bezzecchi di depan mikrofon berlangsung singkat. Ia tidak banyak mengungkapkan strategi maupun menyapa rival, sebuah pendekatan yang konsisten dengan gaya balapnya. Meski rentetan kemenangan dari GP Portugal 2025 hingga GP AS 2026 terhenti, finis kedua di GP Spanyol tetap membuat pembukaan musim Eropa berjalan hampir sempurna.
Bezzecchi tiba di Le Mans dengan keunggulan 11 poin atas pesaing terdekat, sementara juara dunia Marc MΓ‘rquez tertinggal 44 poin. Menjelang latihan pertama, Bezzecchi menekankan faktor cuaca sebagai penentu. βCuaca akan menjadi kunci di sini. Cuaca bisa berubah begitu cepat; Anda harus selalu siap. Keterampilan penting di Le Mans selalu adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan sangat cepat. Itu juga berarti β saya tidak bisa benar-benar merencanakan apa yang akan terjadi β tetapi jika saya bisa memilih, balapan kering akan lebih baik β karena akan lebih menyenangkan mengendarai motor saat itu,β ujarnya, dilansir Speedweek, Kamis (7/5/2026).
Pengalaman Bezzecchi di Sirkuit Bugatti beragam. Pada 2025, ia sempat salah memilih ban slick ketika hujan turun, membuatnya terlempar ke belakang. Namun, ia juga pernah meraih kemenangan di Le Mans pada 2023 saat masih membela Ducati VR46. Kini, pembalap berusia 27 tahun itu kembali dengan ambisi mempertahankan posisi puncak klasemen.