JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di sebagian besar wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (30/5/2026) akan didominasi kondisi cerah berawan pada pagi hari sebelum berangsur berubah menjadi berawan hingga hujan ringan pada siang dan malam hari.
Prakiraan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan pada akhir pekan. Meski tidak diprediksi terjadi hujan dengan intensitas tinggi, BMKG mengingatkan warga untuk tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi dalam waktu singkat, terutama pada sore hingga malam hari.
Berdasarkan informasi cuaca yang disampaikan BMKG melalui akun resmi media sosialnya, sejumlah wilayah di Ibu Kota berpotensi mengalami hujan ringan dengan waktu yang berbeda-beda.
“Jakarta Selatan diprediksi cerah berawan pada pagi hari, lalu berawan tebal pada siang hari, kemudian hujan ringan pada sore hingga malam hari,” demikian prakiraan BMKG.
Jaktim dan Jaksel Berpotensi Diguyur Hujan Lebih Lama
Dari enam wilayah administrasi di DKI Jakarta, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan menjadi kawasan yang diperkirakan mengalami hujan ringan dalam rentang waktu lebih panjang.
Di Jakarta Timur, cuaca cerah berawan pada pagi hari diperkirakan berubah menjadi hujan ringan mulai siang hingga malam. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas warga yang beraktivitas pada akhir pekan, terutama di jalur-jalur padat lalu lintas.
Sementara itu, Jakarta Selatan diprediksi mengalami peningkatan tutupan awan sejak siang hari sebelum hujan ringan turun pada sore hingga malam. Perubahan cuaca ini umum terjadi pada masa peralihan musim ketika pembentukan awan hujan lebih mudah terjadi pada siang hingga sore hari akibat pemanasan permukaan.
Jakbar dan Jakpus Didominasi Cuaca Berawan
Untuk wilayah Jakarta Barat, BMKG memperkirakan cuaca cerah pada pagi hari sebelum berubah menjadi berawan tebal saat siang. Kondisi cerah berawan diprediksi kembali terjadi pada malam hari.
Meski demikian, terdapat potensi hujan ringan pada malam menjelang larut, sekitar pukul 22.00 WIB.
Sementara Jakarta Pusat diprakirakan relatif lebih stabil. Cuaca cerah berawan pada pagi hari akan berganti menjadi berawan pada siang hari dan kembali cerah berawan pada malam hari tanpa indikasi hujan signifikan.
Jakut dan Kepulauan Seribu
Berbeda dengan wilayah lain, Jakarta Utara diprediksi mengalami fenomena udara kabur pada pagi hari. Kondisi tersebut kemudian berubah menjadi hujan ringan pada siang hingga sore hari sebelum kembali menjadi udara kabur saat malam.
BMKG menjelaskan bahwa udara kabur merupakan kondisi ketika langit tampak samar, keruh, atau buram sehingga menyebabkan jarak pandang berkurang. Fenomena ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer, termasuk kelembapan udara yang tinggi maupun partikel-partikel yang melayang di udara.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kepulauan Seribu pada pagi hari. Namun setelah itu cuaca berangsur membaik dengan kondisi cerah berawan yang bertahan hingga malam.
Suhu Jakarta Relatif Hangat
Selain memantau potensi hujan, BMKG juga memperkirakan suhu udara di wilayah DKI Jakarta berada pada kisaran yang relatif hangat, yakni antara 28 hingga 29 derajat Celsius.
Rentang suhu tersebut dinilai masih nyaman untuk berbagai aktivitas masyarakat. Namun kombinasi suhu hangat dan kelembapan udara yang tinggi dapat membuat cuaca terasa lebih gerah, terutama pada siang hari.
Karena itu, warga yang berencana melakukan kegiatan luar ruangan pada akhir pekan disarankan untuk tetap membawa perlengkapan antisipasi cuaca seperti payung atau jas hujan ringan.
Warga Diminta Rutin Memantau Informasi Cuaca
Perubahan cuaca yang terjadi secara dinamis membuat masyarakat perlu memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala. Langkah ini penting untuk mendukung kelancaran aktivitas harian sekaligus mengantisipasi gangguan akibat hujan yang dapat turun sewaktu-waktu.
Dengan pola cuaca yang didominasi cerah berawan pada pagi hari dan potensi hujan ringan pada siang hingga malam, warga Jakarta diharapkan tetap waspada tanpa perlu khawatir berlebihan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada akhir pekan.