JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyoroti pentingnya memperkuat interoperabilitas antarinstansi pemerintah di Kepulauan Riau (Kepri) sebagai strategi utama menangkal ancaman terorisme lintas batas. Langkah ini krusial karena Kepri merupakan wilayah perbatasan terluar Indonesia dengan 96 persen luas perairan, sekaligus pusat ekonomi yang menarik arus migrasi tinggi.
“Wilayah Kepri yang geografisnya 96 persen merupakan daerah perairan dan salah satu perbatasan terluar serta sentra ekonomi yang dituju masyarakat dari daerah lain memungkinkan adanya ancaman lintas batas. Maka, kita perlu terus melakukan penguatan interoperabilitas di wilayah Kepri,” jelas Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Irjen. Pol. Faizal Thayeb.
Penguatan koordinasi ini tidak hanya bertujuan mencegah infiltrasi, tetapi juga membangun sistem pencegahan terorisme yang holistik dan terpadu di tingkat lokal.
“Kita mengingatkan kewaspadaan kepada masing-masing stakeholder. Diharapkan, adanya keterpaduan ini akan menghasilkan formula atau upaya pencegahan yang terintegrasi,” jelasnya, sebagaimana disampaikan Direktur Pembinaan Kemampuan Brigjen. Pol. Wawan Ridwan.
Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Anti Teror Kepri aktif menerapkan mekanisme koordinasi intensif untuk deteksi dini ancaman lintas batas.
“Cara kami memantau ancaman lintas batas di wilayah Kepri adalah dengan terus berkoordinasi dengan instansi terkait yang dapat membantu kami mendeteksi dini,” ujar Katim Pencegahan Satgaswil Densus 88 AT Kepri, Ipda Satriya Deddy.
Dukungan juga datang dari masyarakat sipil melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Batam, yang berkomitmen memperkuat pengawasan di tingkat kecamatan.
“Disinilah kami akan membantu aparatur pemerintah melalui pengurus kami yang ada di kecamatan untuk menginformasikan apabila ada keluar masuk masyarakat luar yang mencurigakan. Nantinya akan kami lanjutkan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam, Kepolisian, dan lembaga-lembaga terkait,” papar Salim, Sekretaris FKDM Batam yang bermitra dengan Bakesbangpol Kepri.
Upaya kolaboratif ini diharapkan memperkuat ketahanan nasional terhadap radikalisme dan terorisme di wilayah strategis seperti Kepri, yang rentan terhadap pergerakan lintas negara.
