Misteri di balik video viral keributan pasca-kecelakaan maut di Tol Desari akhirnya terungkap. Bukan karena adu mulut antar-pengemudi, aksi saling dorong yang terekam kamera rupanya merupakan upaya penyelamatan dramatis di tengah ancaman ledakan kendaraan.
Pihak Satlantas Polres Metro Depok meluruskan narasi yang beredar di TikTok mengenai video viral pria berbaju abu-abu yang mendorong pengemudi Fortuner berinisial RTD (30). Kanit Laka Satlantas Polres Metro Depok, Iptu Pujiono, menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah cekcok antar-korban, melainkan tindakan preventif.
Saat itu, RTD yang masih syok berusaha kembali mendekati mobil Fortunernya yang terguling untuk mengambil ponsel. Namun, pengguna jalan lain (pria berbaju abu-abu) menghalaunya dengan keras karena khawatir mobil tersebut akan meledak atau terbakar.
“Orang itu menghalau supaya RTD tidak mendekat ke mobilnya pasca-kecelakaan sebab dikhawatirkan terjadi ledakan. Dia bukan penumpang Agya yang ditabrak, tapi pengendara lain yang menolong,” jelas Pujiono, Kamis (26/3/2026).
Pengakuan Sopir: Merasa “Dikuntit” Sejak KM 1
Dibalik aksi ugal-ugalan yang mencapai kecepatan 100 km/jam, RTD memberikan pengakuan tak terduga kepada penyidik. Ia mengaku nekat memacu kendaraannya karena merasa diikuti oleh mobil misterius sejak memasuki jalan tol di KM 1.
Rasa takut karena berkendara sendirian membuatnya hilang kendali. Saat mencoba menyalip melalui bahu jalan luar di KM 2.600 A, ia gagal menguasai kemudi hingga menghantam bagian belakang Toyota Agya yang hendak keluar menuju Gerbang Tol Andara 1.
Dampak Kecelakaan: Fortuner Terbalik, Dua Terluka
Benturan keras tersebut mengakibatkan mobil Fortuner putih milik RTD terguling melintang di tengah tol dengan kaca hancur dan bodi ringsek parah.
Dua wanita penumpang mobil Agya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan untuk penanganan medis. Meski sempat tersungkur didorong warga di lokasi, RTD telah menyatakan komitmennya untuk mengganti rugi seluruh kerusakan yang ditimbulkan.
Seluruh kendaraan telah dievakuasi oleh PJR Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami pengakuan RTD terkait “kendaraan misterius” yang mengikutinya untuk memastikan apakah hal tersebut nyata atau sekadar halusinasi akibat kepanikan sesaat.