Dunia Formula 1 dihebohkan dengan aksi “usir paksa” yang dilakukan oleh juara dunia empat kali, Max Verstappen. Menjelang GP Jepang di Sirkuit Suzuka, sesi media yang seharusnya berjalan formal mendadak berubah menjadi panggung konfrontasi dingin antara sang pembalap Red Bull dengan seorang jurnalis senior asal Inggris.
Sesi tanya jawab Max Verstappen di Jepang dimulai dengan suasana yang sangat canggung. Baru saja pertanyaan pertama akan dilontarkan, Verstappen langsung memotong pembicaraan sambil menunjuk ke arah Giles Richards, jurnalis dari The Guardian.
“Tunggu sebentar. Saya tidak akan bicara sebelum dia keluar,” cetus Verstappen dingin.
Saksi mata dari Crash.net melaporkan dialog singkat namun tajam yang terjadi antara sang pembalap dan wartawan tersebut:
-
Richards: “Serius?”
-
Verstappen: “Iya.”
-
Richards: “Karena pertanyaan tahun lalu?”
-
Verstappen: “Iya.”
-
Richards: “Anda ingin saya pergi?”
-
Verstappen: “Iya. Keluar. Sekarang kita bisa mulai.”
Akar Masalah: Luka Lama di Abu Dhabi 2025
Kemarahan Verstappen ternyata berakar dari GP Abu Dhabi tahun lalu. Saat itu, Richards melontarkan pertanyaan sensitif: apakah Verstappen menyesali tabrakannya dengan George Russell di GP Spanyol yang dianggap sebagai penyebab kegagalannya mempertahankan gelar juara dunia.
Kilas balik ke musim 2025:
-
Insiden Spanyol: Verstappen terkena penalti 10 detik dan merosot ke posisi 10, kehilangan 9 poin berharga.
-
Hasil Akhir: Di akhir musim, Verstappen kalah tipis dari Lando Norris dalam perebutan gelar juara dunia dengan selisih hanya 2 poin.
Verstappen merasa Richards sengaja menyudutkannya dengan hanya menyoroti insiden Barcelona, mengabaikan 23 seri balapan lainnya dalam musim yang panjang. “Anda hanya menyebut Barcelona. Saya tahu pertanyaan itu akan muncul. Anda malah menyengir bodoh sekarang,” ketus Verstappen saat itu.
Ini bukan kali pertama “Super Max” bersitegang dengan media Inggris. Pada 2022, ia pernah memboikot Sky Sports F1 setelah komentar Ted Kravitz yang menyebut Lewis Hamilton “dirampok” pada gelar juara 2021.
Hingga saat ini, pihak Red Bull Racing belum memberikan komentar resmi terkait insiden pengusiran di Suzuka ini. Namun, pesan Verstappen sangat jelas: ia tidak akan menoleransi jurnalis yang dianggapnya tidak objektif atau provokatif.



