JAKARTA – Chelsea akhirnya menghentikan periode buruk mereka di Liga Inggris setelah sukses mencuri satu poin dari markas Liverpool di laga pekan ke-36.
Pasukan Calum McFarlane berhasil tahan imbang The Reds 1-1 di Stadion Anfield, Sabtu, 9 Mei 2026, dalam laga yang berlangsung penuh tekanan dan drama hingga menit akhir.
Hasil tersebut menjadi angin segar bagi The Blues setelah sebelumnya terjebak dalam enam kekalahan beruntun yang membuat posisi mereka terus merosot di papan klasemen Liga Inggris musim ini.
Chelsea tampil lebih berani dan agresif meski harus bermain di kandang lawan, bahkan mampu mendominasi penguasaan bola dalam beberapa fase pertandingan menghadapi Liverpool yang tampil di depan pendukung sendiri.
Liverpool membuka keunggulan lebih dahulu saat pertandingan baru berjalan enam menit melalui aksi Ryan Gravenberch yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti hingga gagal dijangkau penjaga gawang Chelsea.
Gol cepat tersebut sempat membuat permainan Chelsea goyah karena tekanan intens yang dibangun tuan rumah sejak awal laga berlangsung di Anfield.
Meski demikian, pasukan London Barat perlahan mampu menemukan ritme permainan dan mulai mengembangkan serangan dari sektor kiri melalui pergerakan aktif Marc Cucurella.
Bek asal Spanyol itu menjadi salah satu motor serangan Chelsea dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan Liverpool lewat umpan silang maupun penetrasi cepat ke area berbahaya.
Peluang terbaik Chelsea pada babak pertama hadir menjelang menit ke-30 ketika Cucurella melepaskan tembakan keras yang memaksa Giorgi Mamardashvili melakukan penyelamatan krusial menggunakan ujung jarinya.
Dominasi Chelsea semakin terlihat memasuki akhir babak pertama hingga membuat atmosfer stadion mulai tegang karena Liverpool kesulitan menguasai jalannya pertandingan.
Chelsea akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat eksekusi tendangan bebas Enzo Fernandez yang meluncur deras tanpa tersentuh pemain lain sebelum masuk melalui sisi tiang gawang Liverpool.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Chelsea untuk meningkatkan intensitas permainan sekaligus mematahkan kepercayaan diri tim tuan rumah.
Fernandez bahkan hampir membawa Chelsea berbalik unggul tidak lama setelah gol penyeimbang tercipta, tetapi peluang emasnya masih mampu dihentikan Mamardashvili dari jarak dekat.
Memasuki babak kedua, Chelsea kembali tampil menekan dan sempat membuat publik Anfield terdiam saat Cole Palmer mencetak gol ke gawang Liverpool.
Namun, VAR membatalkan gol tersebut karena Marc Cucurella lebih dulu berada dalam posisi offside pada proses terjadinya gol.
Liverpool kemudian mencoba merespons dengan meningkatkan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya ke pertahanan Chelsea.
Dominik Szoboszlai hampir membawa Liverpool kembali unggul, tetapi tendangannya hanya membentur mistar gawang.
Virgil van Dijk juga memperoleh kesempatan emas melalui situasi bola mati, namun sundulannya kembali gagal berbuah gol setelah mengenai mistar.
Chelsea sendiri nyaris memperoleh hadiah penalti menjelang pertandingan berakhir saat Joao Pedro terjatuh di kotak terlarang setelah kontak dengan Jeremie Frimpong.
Akan tetapi, wasit tetap melanjutkan pertandingan setelah melakukan pemeriksaan melalui VAR dan memutuskan tidak terjadi pelanggaran.
Tambahan satu poin dari Anfield membuat Chelsea tetap bertahan di posisi kesembilan klasemen sementara Liga Inggris, namun hasil ini dinilai penting untuk mengembalikan mental bertanding skuad asuhan mereka menjelang partai besar berikutnya.
Chelsea kini langsung mengalihkan fokus menuju final Piala FA menghadapi Manchester City yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Wembley pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Laga final tersebut diperkirakan menjadi momentum penentuan bagi Chelsea untuk menyelamatkan musim sekaligus membuka peluang meraih trofi setelah performa inkonsisten sepanjang kompetisi domestik tahun ini.***