JAKARTA – Perseteruan antara musisi Ahmad Dhani dan Once Mekel terkait royalti lagu kembali memanaskan jagat musik Indonesia. Kali ini, grup band legendaris Slank memberikan tanggapan santai namun tegas atas konflik tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Slank memilih untuk tidak memihak dan justru mengusulkan agar kedua musisi menyelesaikan masalah mereka secara langsung.
“Fight aja lo berdua,” ujar gitaris Slank, Abdee Negara, dengan nada bercanda namun penuh makna.
Konflik ini berawal dari perbedaan pandangan mengenai mekanisme pembayaran royalti lagu. Ahmad Dhani, melalui Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), mendorong sistem direct license, di mana penyanyi wajib meminta izin langsung kepada pencipta lagu sebelum membawakan karya secara komersial.
Sementara itu, Once Mekel, yang tergabung dalam Vibrasi Suara Indonesia (VISI), lebih mendukung pembayaran royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sesuai regulasi Undang-Undang Hak Cipta.
Slank Pilih Netral di Tengah Polemik
Dalam wawancara di Jakarta, Slank menegaskan sikap netral mereka dalam perseteruan ini. “Kami nggak mau ikut-ikut. Ahmad Dhani dan Once punya pandangan masing-masing, biar mereka selesaikan sendiri,” kata vokalis Slank, Kaka, menambahkan bahwa bandnya lebih fokus pada kreativitas musik ketimbang terlibat dalam konflik.
Pernyataan ini mencerminkan upaya Slank untuk menjaga harmoni di antara pelaku industri musik Tanah Air.
Abdee Negara juga menyinggung pentingnya komunikasi dalam menyelesaikan masalah ini.
“Daripada ribut di media, mending ketemu, ngobrol, selesaikan. Fight aja lo berdua, tapi jangan bawa-bawa kami,” ucapnya sambil tertawa, menunjukkan sikap santai namun tegas dari Slank.
Latar Belakang Perseteruan Royalti
Perselisihan antara Ahmad Dhani dan Once Mekel mencuat setelah Dhani secara terbuka mengkritik sejumlah penyanyi, termasuk yang tergabung dalam VISI, atas ketidakpatuhan terhadap aturan *direct license*. Dhani menilai sistem ini penting untuk memastikan hak pencipta lagu terlindungi.
Di sisi lain, Once dan rekan-rekannya di VISI berpendapat bahwa proses melalui LMK lebih transparan dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Polemik ini juga menyeret nama-nama besar lain di industri musik, seperti Judika dan Ariel NOAH, yang sempat terseret dalam diskusi serupa. Namun, Slank memilih untuk tidak menambah panas suasana dan fokus pada pesan damai.
Dampak pada Industri Musik Indonesia
Kisruh royalti ini menjadi sorotan karena menyangkut isu besar: perlindungan hak cipta di Indonesia. Sistem *direct license* yang digaungkan Dhani dianggap sebagai langkah progresif oleh sebagian komposer, namun penyanyi seperti Once menilai bahwa proses ini bisa menyulitkan pelaku industri, terutama penyanyi independen.
Sementara itu, publik dan penggemar musik kini menantikan bagaimana konflik ini akan menemukan titik temu.
Slank sendiri berharap agar masalah ini tidak mengganggu semangat bermusik. “Musik itu soal jiwa, bukan cuma soal duit. Tapi ya, hak pencipta harus dihormati,” tutur Kaka, mengakhiri wawancara dengan nada bijak.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda penyelesaian langsung antara Ahmad Dhani dan Once Mekel.
Namun, sikap santai Slank di tengah polemik ini menjadi pengingat bahwa komunikasi dan saling pengertian adalah kunci untuk menjaga industri musik tetap harmonis.