MADRID, SPANYOL – Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez memicu kemarahan Israel setelah menyebut kemungkinan penggunaan bom nuklir untuk melawan agresi militer Israel di Gaza. Pernyataan kontroversial ini disampaikan Sanchez saat mengecam tindakan militer Israel yang disebutnya sebagai “genosida” terhadap rakyat Palestina.
Akibatnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung bereaksi keras, memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Dalam sesi tanya jawab di Parlemen Madrid, Sanchez menanggapi kritik dari anggota parlemen Catalan, Gabriel Rufian, yang menyoroti hubungan dagang Spanyol dengan Israel di tengah konflik Gaza.
“Spanyol tidak berbisnis dengan negara seperti itu,” tegas Sanchez, seraya menyebut Israel sebagai “negara genosida” yang melakukan pembantaian di Jalur Gaza.
Ia bahkan mengusulkan bahwa Spanyol mungkin perlu mempertimbangkan opsi ekstrem, termasuk penggunaan senjata nuklir, untuk menghentikan agresi Israel jika situasi terus memburuk.
Pernyataan ini langsung menuai reaksi keras dari Israel. Kementerian Luar Negeri Israel memanggil Duta Besar Spanyol untuk Israel, Ana Salomon, untuk menghadiri pertemuan teguran di Yerusalem.
“Menyusul pernyataan keras yang disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Duta Besar Spanyol untuk Israel telah dipanggil untuk menghadiri pertemuan teguran di Kementerian Luar Negeri di Yerusalem,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (16/5/2025).
Netanyahu, yang dikenal vokal dalam membela kebijakan militernya, mengecam keras pernyataan Sanchez. Ia menyebut tuduhan genosida sebagai “fitnah berbahaya” yang bertujuan melemahkan legitimasi Israel di mata dunia.
“Israel bertindak untuk membela diri dari ancaman terorisme, dan tuduhan ini hanya memicu kebencian,” ujar Netanyahu dalam pidato di parlemen Israel.
Konflik Gaza sendiri telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina, dengan laporan terbaru menyebutkan lebih dari 41.500 korban jiwa akibat operasi militer Israel.
Pernyataan Sanchez ini menjadi yang pertama kalinya ia secara terbuka menggunakan istilah “negara genosida” untuk Israel, sebuah frasa yang selama ini lebih sering diucapkan oleh mitra koalisinya dari Partai Sumar.
Langkah ini juga menandai sikap Spanyol yang semakin kritis terhadap Israel, menyusul keputusan Madrid untuk mengakui negara Palestina pada Mei 2024.
Ketegangan diplomatik ini diperkirakan akan memengaruhi hubungan bilateral Spanyol-Israel, terutama di bidang perdagangan dan kerja sama militer.
Analis politik menilai, pernyataan Sanchez bisa menjadi sinyal bagi negara-negara Eropa lain untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel, meski risiko eskalasi diplomatik tetap membayangi.
Sementara itu, di media sosial, topik ini menjadi trending dengan tagar #SpanyolVsIsrael dan #GazaConflict, mencerminkan polarisasi opini global.
Beberapa pihak mendukung sikap tegas Sanchez sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina, sementara yang lain menilainya sebagai langkah provokatif yang dapat memperburuk situasi di Timur Tengah.