MADRID, SPANYOL– Spanyol mengeluarkan pernyataan tegas dengan mempertimbangkan opsi boikot Piala Dunia 2026 jika Israel diizinkan berpartisipasi.
Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap keikutsertaan Israel dalam ajang olahraga global, menyusul konflik di Jalur Gaza yang memicu kontroversi.
Juru bicara Kelompok Sosialis di Kongres Spanyol, Patxi Lopez, menegaskan bahwa pemerintah Spanyol siap mengambil langkah drastis.
“Saat ini, hal tersebut masih menjadi bahan pertimbangan. Keputusan akan diambil pada waktunya,” ujar Lopez dalam konferensi pers di Kongres, seperti dikutip dari One Football pada Selasa (16/9/2025).
Ia menyerukan FIFA untuk mengecualikan Israel dari turnamen, sebagaimana sanksi yang pernah diberikan kepada Rusia pasca-invasi ke Ukraina.
Desakan ini mencerminkan sentimen yang berkembang di Spanyol, di mana isu partisipasi Israel dalam kompetisi internasional menjadi topik panas. Lopez menegaskan bahwa pihaknya akan meminta otoritas terkait untuk memveto keikutsertaan Israel.
“Kami meminta FIFA mengecualikan Israel dari keikutsertaan, sebagaimana langkah yang pernah dijatuhkan pada Rusia,” katanya.
Latar Belakang Kontroversi
Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi sorotan karena potensi absennya salah satu tim kuat Eropa. Spanyol, yang baru saja menunjukkan performa gemilang dengan pesta gol melawan Turkiye di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, kini berada di posisi sulit. Keputusan boikot dapat mengguncang dinamika turnamen yang akan menjadi edisi pertama dengan format 48 tim.
Kontroversi ini dipicu oleh seruan global agar Israel dilarang dari ajang olahraga internasional, seiring eskalasi konflik di Timur Tengah. Sejumlah pihak di Spanyol menilai FIFA harus mengambil sikap tegas, serupa dengan sanksi terhadap Rusia pada 2022. Namun, Lopez tetap berhati-hati, menyebut bahwa keputusan akhir boikot masih dalam tahap evaluasi.
Peluang Israel di Piala Dunia 2026
Israel sendiri masih berjuang di babak kualifikasi zona Eropa untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Meski peluang mereka belum sepenuhnya jelas, keikutsertaan Israel menjadi isu sensitif yang dapat memengaruhi dinamika turnamen. Spanyol, sebagai salah satu favorit juara, memiliki pengaruh besar, dan ancaman boikot ini bisa memicu reaksi berantai dari negara lain.
Dampak bagi Sepak Bola Global
Isu ini tidak hanya menyangkut Spanyol dan Israel, tetapi juga menggugah diskusi tentang peran politik dalam olahraga. FIFA kini berada di bawah tekanan untuk merespons seruan Spanyol, yang dapat memengaruhi integritas turnamen. Sementara itu, penggemar sepak bola di seluruh dunia menantikan langkah konkret dari federasi sepak bola internasional tersebut.